Suaramasjid.com – Menjalani ibadah di Tanah Suci menjadi pengalaman spiritual yang istimewa bagi jemaah haji Indonesia. Namun, di tengah padatnya aktivitas ibadah dan suasana negeri yang berbeda, ada satu hal sederhana yang kerap dirindukan: masakan khas Nusantara.
Setelah beberapa hari menyantap hidangan khas Timur Tengah, sebagian jemaah mungkin mulai membayangkan sepiring nasi goreng hangat, semangkuk bakso berkuah, atau rendang dengan bumbu rempah yang kuat. Kerinduan terhadap makanan Indonesia pun menjadi hal yang wajar selama menjalani perjalanan panjang di Arab Saudi.
Kabar baiknya, Madinah memiliki sejumlah restoran yang menyajikan menu khas Indonesia. Beberapa di antaranya berada relatif dekat dengan Masjid Nabawi, sehingga bisa menjadi pilihan untuk mengisi perut setelah beribadah.
Harga yang ditawarkan pun beragam, mulai dari belasan SAR untuk menu sederhana hingga puluhan SAR untuk paket makanan. Berikut lima restoran Indonesia di Madinah yang bisa menjadi pilihan bagi jemaah yang ingin menikmati kembali cita rasa kampung halaman.
1. Sunda Restoran, Pilihan Dekat Masjid Nabawi
Bagi jemaah yang tidak ingin pergi terlalu jauh dari Masjid Nabawi, Sunda Restoran bisa menjadi pilihan praktis. Lokasinya sekitar 1,4 kilometer dari masjid dan berhadapan langsung dengan gerbang Umar bin Khattab.
Restoran ini menawarkan beragam menu yang akrab di lidah masyarakat Indonesia. Pilihannya antara lain nasi goreng, bakso, mi ayam, soto, hingga aneka gorengan yang cocok dinikmati sebagai makanan ringan.
Untuk minuman seperti teh panas, kopi, atau es campur, harga yang ditawarkan mulai dari 2 SAR atau sekitar Rp8.600. Sementara itu, menu makanan dibanderol mulai 10 SAR atau sekitar Rp43.000.
Dengan pilihan menu yang cukup beragam dan lokasi yang relatif dekat dari Masjid Nabawi, Sunda Restoran dapat menjadi alternatif bagi jemaah yang ingin beristirahat sambil menikmati makanan khas Indonesia tanpa harus menghabiskan banyak waktu di perjalanan.
2. Al-Qarat Restaurant, Menu Nusantara Lebih Beragam
Jika ingin mencicipi pilihan hidangan Indonesia yang lebih bervariasi, Al-Qarat Restaurant dapat masuk dalam daftar kunjungan. Restoran ini menyajikan beragam masakan, mulai dari rendang dan bakso hingga ikan pesmol serta capcay.
Kehadiran pilihan menu tersebut memberikan alternatif bagi jemaah yang ingin berganti hidangan setelah beberapa kali menyantap makanan yang sama. Pilihan masakan dengan cita rasa khas Indonesia juga dapat membantu mengobati kerinduan terhadap makanan rumahan.
Harga makanan di Al-Qarat Restaurant rata-rata mulai dari 15 SAR atau sekitar Rp64.500. Lokasinya sekitar 7,3 kilometer dari Masjid Nabawi, sehingga jaraknya lebih jauh dibandingkan beberapa restoran Indonesia lainnya.
Meski demikian, tempat ini bisa menjadi pilihan bagi jemaah yang menginginkan variasi menu lebih luas. Sebaiknya, perhatikan jarak dan waktu perjalanan sebelum berkunjung agar tidak mengganggu jadwal ibadah.
3. Padang Cuisine Bu’yung, Surga bagi Pencinta Rendang
Bagi pencinta masakan Padang, Padang Cuisine Bu’yung bisa menjadi tempat untuk melepas rindu terhadap hidangan berbumbu rempah yang kaya rasa. Lokasinya tidak jauh dari gerbang Ali bin Abi Thalib di Masjid Nabawi.
Restoran ini menawarkan pilihan menu yang cukup beragam, mulai dari rendang, tunjang, ikan kembung bakar, hingga dendeng batokok. Bahkan, tersedia pula pilihan rendang berbahan daging unta yang memberikan pengalaman kuliner berbeda bagi pengunjung.
Harga paket makanan di tempat ini mulai dari 25 SAR atau sekitar Rp107.500. Dengan pilihan lauk yang beragam dan porsi yang mengenyangkan, restoran ini bisa menjadi alternatif bagi jemaah yang membutuhkan asupan energi setelah menjalani aktivitas ibadah.
Cita rasa khas masakan Padang yang kaya rempah juga memberikan sensasi tersendiri. Bagi sebagian orang, menikmati rendang atau ikan bakar dengan nasi hangat bisa menjadi cara sederhana untuk merasakan kembali suasana makan bersama keluarga di Tanah Air.
4. Jawa Restaurant, Menu Sederhana yang Mengingatkan pada Rumah
Tidak semua orang mencari hidangan dengan banyak pilihan lauk atau bumbu yang kuat. Terkadang, menu sederhana seperti nasi campur, bakso, dan mi ayam justru menjadi makanan yang paling dirindukan.
Jawa Restaurant menawarkan pilihan tersebut bagi jemaah Indonesia di Madinah. Lokasinya berada di sekitar Masjid Nabawi dan dapat diakses dari pintu 339.
Menu yang disajikan terbilang akrab bagi masyarakat Indonesia, mulai dari nasi campur, bakso, mi ayam, hingga aneka gorengan. Hidangan sederhana seperti ini bisa menjadi pilihan saat ingin makan tanpa perlu banyak pertimbangan.
Harga makanan di Jawa Restaurant mulai dari 20 SAR atau sekitar Rp86.000. Untuk jemaah yang ingin menikmati masakan Nusantara di sela-sela kegiatan ibadah, restoran ini dapat menjadi salah satu alternatif.
Kehadiran menu yang familiar membuat pengalaman bersantap terasa lebih dekat dengan kebiasaan sehari-hari di rumah, terutama ketika kerinduan terhadap makanan Indonesia mulai muncul.
5. Rumah Makan Warmiendo, Nuansa Warung Kaki Lima di Tanah Suci
Ingin menikmati suasana makan yang mengingatkan pada warung kaki lima di Indonesia? Rumah Makan Warmiendo bisa menjadi pilihan menarik.
Restoran ini menyajikan menu yang lekat dengan keseharian masyarakat Indonesia. Sebut saja mi nyemek, mi tek-tek, nasi goreng kampung, hingga aneka makanan khas seperti tekwan, pempek, dan batagor.
Pilihan tersebut menghadirkan variasi kuliner yang berbeda dari menu nasi dan lauk pada umumnya. Jemaah yang ingin menikmati hidangan sederhana dengan cita rasa khas Nusantara bisa menemukan alternatif di tempat ini.
Harga makanan di Warmiendo mulai dari 18 SAR atau sekitar Rp77.400. Dengan pilihan menu yang beragam, restoran ini dapat menjadi pilihan bagi jemaah yang ingin makan enak tanpa harus mengeluarkan biaya terlalu besar.
Bukan hanya soal makanan, suasana kuliner yang mengingatkan pada warung di Tanah Air juga bisa menghadirkan kenyamanan tersendiri selama berada jauh dari rumah.
Kuliner Nusantara, Pengobat Rindu di Tengah Perjalanan Ibadah
Keberadaan restoran Indonesia di Madinah memberikan lebih dari sekadar pilihan tempat makan bagi jemaah haji. Hidangan seperti nasi goreng, bakso, rendang, dan mi ayam dapat menghadirkan rasa akrab di tengah suasana perjalanan yang berbeda dari kehidupan sehari-hari.
Dari Sunda Restoran yang relatif dekat dengan Masjid Nabawi hingga Warmiendo dengan menu ala warung kaki lima, setiap tempat menawarkan pengalaman kuliner tersendiri. Jemaah bisa menyesuaikan pilihan berdasarkan menu, harga, serta jarak dari lokasi mereka berada.
Meski demikian, penting untuk memperhitungkan waktu perjalanan dan jadwal ibadah sebelum mengunjungi restoran. Dengan perencanaan yang tepat, menikmati kuliner Nusantara tetap bisa menjadi bagian menyenangkan dari perjalanan spiritual di Tanah Suci.
Sebab, terkadang sepiring makanan yang akrab di lidah bukan sekadar pengisi perut. Ada rasa nyaman dan kenangan tentang rumah yang ikut tersaji, menjadi penyemangat bagi jemaah untuk melanjutkan ibadah dengan lebih tenang.
