Suaramasjid.com – Pemerintah Arab Saudi membuka lalu lintas pada ruas perpanjangan Jalan Lingkar Ketiga di Makkah. Kehadiran infrastruktur baru ini diharapkan menjadi solusi untuk mengurai kepadatan kendaraan sekaligus mempercepat perjalanan menuju sejumlah lokasi penting, termasuk Masjidil Haram dan fasilitas Jamarat di Mina.
Proyek tersebut menjadi bagian dari pengembangan jaringan transportasi di Kota Makkah, terutama untuk menunjang mobilitas jamaah haji dan umrah. Dengan peningkatan kapasitas jalan serta pemangkasan jarak perjalanan, akses menuju kawasan suci diharapkan semakin lancar, khususnya ketika jumlah jamaah meningkat.
Kapasitas Jalan Mencapai 170 Ribu Kendaraan per Hari
Jalan Lingkar Ketiga yang baru dibuka memiliki kapasitas hingga 170 ribu kendaraan per hari untuk dua arah. Kapasitas tersebut diharapkan mampu membantu mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus memperlancar arus kendaraan di sejumlah kawasan sekitarnya.
Pembukaan jalan itu diumumkan oleh Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Tempat-Tempat Suci. Jalan Lingkar Ketiga sendiri merupakan satu dari empat jalan lingkar yang mengelilingi Kota Makkah dan menjadi bagian penting dari pengembangan jaringan transportasi perkotaan.
Langkah ini dinilai strategis karena mobilitas di Makkah tidak hanya berlangsung dalam aktivitas sehari-hari, tetapi juga meningkat tajam selama musim haji dan umrah. Pada periode tersebut, jutaan jamaah bergerak menuju berbagai lokasi ibadah dan fasilitas pelayanan.
Dalam laporan Saudigazette, Kamis (29/10/2026), disebutkan:
“Proyek ini merupakan bagian dari upaya untuk mengembangkan jaringan jalan Makkah, meningkatkan aksesibilitas, mengurangi tekanan lalu lintas di jalan-jalan sekitarnya, dan meningkatkan kesiapan infrastruktur untuk menampung lalu lintas, khususnya selama musim Haji dan Umrah,”
Jarak Menuju Masjidil Haram Berkurang 10 Kilometer
Salah satu dampak utama dari pengembangan Jalan Lingkar Ketiga adalah berkurangnya jarak perjalanan menuju Masjidil Haram. Dari persimpangan Pangeran Miteb, jarak yang sebelumnya mencapai 16,5 kilometer kini menjadi 6,5 kilometer.
Artinya, perjalanan dari titik tersebut menuju Masjidil Haram menjadi 10 kilometer lebih pendek. Pemangkasan jarak ini diharapkan membantu jamaah menghemat waktu dan membuat perjalanan lebih efisien, terutama ketika lalu lintas sedang padat.
Infrastruktur tersebut juga diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh menuju Masjidil Haram hingga sekitar 90 persen. Meski demikian, waktu perjalanan aktual tetap dapat dipengaruhi oleh kondisi lalu lintas dan kepadatan kendaraan di lapangan.
Akses Menuju Jamarat di Mina Ikut Dipersingkat
Manfaat proyek ini tidak hanya dirasakan dalam perjalanan menuju Masjidil Haram. Akses dari persimpangan Pangeran Miteb menuju fasilitas Jamarat di Mina juga mengalami pemangkasan jarak yang cukup signifikan.
Sebelumnya, perjalanan menuju kawasan Jamarat mencapai 12 kilometer. Setelah pengembangan jalan, jaraknya berkurang menjadi hanya empat kilometer.
Pemangkasan tersebut membuat jarak perjalanan berkurang hingga dua pertiga dari jarak sebelumnya. Akses yang lebih pendek diharapkan mendukung kelancaran mobilitas jamaah, khususnya saat pelaksanaan ibadah haji ketika pergerakan menuju fasilitas Jamarat menjadi salah satu bagian penting dari rangkaian kegiatan ibadah.
Perkuat Infrastruktur untuk Musim Haji dan Umrah
Pembukaan perpanjangan Jalan Lingkar Ketiga memperlihatkan upaya Arab Saudi memperkuat konektivitas di sekitar Kota Makkah. Peningkatan kapasitas jalan, pengurangan jarak perjalanan, dan upaya mengurai kepadatan menjadi bagian dari langkah untuk mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat serta jamaah dari berbagai negara.
Infrastruktur ini diharapkan memberikan manfaat lebih besar ketika musim haji dan umrah berlangsung. Pada masa tersebut, kelancaran perjalanan menjadi faktor penting untuk mendukung perpindahan jamaah menuju tempat ibadah dan fasilitas pelayanan.
Dengan beroperasinya ruas jalan baru tersebut, perjalanan menuju Masjidil Haram dan Jamarat di Mina diharapkan semakin efisien. Pengembangan jaringan transportasi pun menjadi salah satu penopang penting dalam meningkatkan aksesibilitas dan kesiapan Makkah menghadapi tingginya aktivitas jamaah.
