Ustadz Nafis; Berkurban Meningkatkan Solidaritas Kemanusiaan

redaksi
2 Min Read

JAKARTA, (SM)–Puluhan ribu Umat Islam dari Jakarta dan sekitarnya, melaksanakan shalat Idul Adha 1437  di Masjid Istiqlal (Masjid Kemerdekaan), Jakarta, Senin (12/09). Shalat Idul Adha diimami oleh KH Syarifuddin Muhammad dan bertindak sebagai Khatib, Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Khotib Ustadz. H. Cholil Nafis.

Ustadz Nafis dalam khutbahnya yang bertema “Berkurban Meningkatkan Solidaritas Kemanusiaan” menjelaskan, Idul Adha merupakan hari raya untuk mengenang pengorbanan Nabi Ibrahim as atas putranya Nabi Ismail as tersebut mempunyai dua nilai. Nilai-nilai tersebut adalah kesalehan spiritual dan kesalehan sosial.

Menurutnya, kesalehan spiritualnya adalah penyerahan diri kepada Allah SWT dan mengekang egoisme, sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim as. Sedang kesalehan sosial tercermin dari semangat rela mengorbankan diri, seperti dalam diri Ismail (muda). Nafis melihat, sikap kedua Rasul di atas, penting unik diteladani, utamanya generasi muda indonesia.

“Ismail adalah figur anak shaleh, jujur, generasi muda yang baik, berpandangan jauh ke depan atas dasar spiritualitas tinggi, berani mengambil sikap pada situasi sulit, rela berkorban dan berbakti pada orang tua,” paparnya.

“Andai generasi muda Indonesia mampu meneladani Ismail, tentu Bangsa ini akan bergerak lebih cepat ke arah yang lebih maju dan sejahtera. Terlebih, sejak 2012 lalu hingga 2035 ke depan, Indonesia dibanjiri generasi muda produktif (bonus demografi),” imbuh Nafis.

Dalam khutbah tersebut, Ustadz Nafis juga mengupas kisah Siti Hajar, Istri Nabi Ibrahim as yang berjuang dengan totalitas untuk mendapatkan keinginannya, daripada sekedar menangis putus asa dan menunggu keajaiban dari langit, yang dikenal sebagai Peristiwa Sa’i. [FR]

 

⇒ Kunjungi dan Dapatkan Berita Seputar Masjid dengan Cepat di ⇒ GOOGLE NEWS ⇐

Share This Article
Translate »