Ada Apa di Diary 212? Polisi Jadikan Barang Bukti

redaksi
2 Min Read

SUARAMASJID| Jakarta – Heboh buku “Diary 212” menjadi barang bukti atas penangkapan Jonru oleh polisi. Menyikapi itu, penulis buku Diary 212 Nurbowo mengatakan, buku yang disusunnya hanyalah kumpulan tulisan-tulisan yang sudah berserakan di berbagai media sosial pasca Aksi 212, Desember tahun lalu.

“Ini buku kumpulan dari tulisan-tuisan yang terserak. Saya tambahi dengan tulisan-tulisan saya yang telah dimuat di tabloid Suara Islam,” ungkap Nurbowo dalam diskusi tentang buku “Diary 212” di Jakarta, Rabu (04/10).

Buku “Diary 212” ini diterbitkan atas nama Forum Alumni Muslim Institut Pertanian Bogor (FAM-IPB) dengan didukung Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan GNPF-MUI.

Dengan dukungan itulah buku tersebut lalu dicetak tiga ribu eksemplar. Pendistribusiannya dibagi tiga. 1000 eksemplar dijual secara umum, 1000 eksemplar dikirimkan ke ACT, 1000 eksemplar lagi dikirimkan ke MUI dengan maksud jika laku terjual dananya bisa digunakan untuk aktivitas dakwah. “Saya tidak tahu sudah habis apa belum,” tambahnya.

Untuk menjual 1000 buku yang ada ditangannya, Nurbowo memilih distributor buku online, pilihbuku.com untuk menjualnya. Dari sinilah kemudian buku itu juga terdistribusi melalui Jon Riah Ukur Ginting alias Jonru yang mampu menjual buku melalui jejaring sosial media yang dikelolanya.

Sementara itu pemilik distributor buku pilihbuku.com, Ahmad Syakib. “Jonru itu dapat dari saya. Jual beli, bisnis,” ungkap Syakib yang mengaku telah mengenal Jonru sejak 2005 silam.

Syakib menjelaskan, Jonru mengambil buku “Diary 212” kepada dirinya dengan persentasi bagi hasil 45-55. Pria yang fanspagenya memiliki 1,5 juta pengikut itu disebut mengambil 500 eksemplar. “Awalnya kita kirim cuma 50 eksemplar. Dalam waktu dua hari habis,” kata dia.

Dengan fakta-fakta inilah, menurut jurnalis senior Herry Mohammad, buku “Diary 212”, penerbit maupun lembaga yang mendukung penerbitan buku setebal 436 halaman ini sama sekali tidak terkait dengan kasus yang dihadapi Jonru saat ini.

“Jonru melalui laman media sosialnya sekadar mengapresiasi Buku Diary 212 dan ikut memasarkan serta memetik keuntungan dari buku ini,’’ kata Herry. [FR]

⇒ Kunjungi dan Dapatkan Berita Seputar Masjid dengan Cepat di ⇒ GOOGLE NEWS ⇐

Share This Article
Translate »