SUARAMASJID.COM | Bagaimana Sebaiknya Muslim Mengikuti Tontonan Piala Dunia? Piala Dunia adalah salah satu perhelatan olahraga terbesar di dunia. Setiap empat tahun sekali, pertandingan sepak bola antarnegara ini menyedot perhatian miliaran orang dari berbagai latar belakang, tak terkecuali umat Muslim. Terlebih lagi ketika jadwal Jepang vs Indonesia.
Tak dapat dimungkiri, euforia Piala Dunia bisa menyatukan berbagai kalangan, mulai dari anak muda, orang tua, hingga komunitas masjid. Tapi, sebagai seorang Muslim, bagaimana sebaiknya menyikapi tontonan ini?
Bolehkah menonton? Bagaimana jika jadwal pertandingan berbenturan dengan waktu ibadah? Apa yang harus dihindari? Mari kita bahas bersama dengan sudut pandang yang ringan tapi tetap berlandaskan prinsip Islami.
1. Menonton Piala Dunia: Boleh, Asal Tidak Melalaikan
Dalam Islam, tidak ada larangan spesifik yang menyebutkan bahwa menonton sepak bola itu haram. Sepak bola adalah olahraga yang bisa membangun semangat, kebersamaan, bahkan kesehatan jika dimainkan langsung. Menontonnya pun sah-sah saja—selama tidak melalaikan kewajiban sebagai seorang Muslim.
Yang perlu diperhatikan:
- Jangan sampai lupa salat lima waktu, apalagi salat berjamaah.
- Jangan menonton sampai begadang berlebihan yang mengganggu aktivitas esok hari.
- Jangan sampai lalai dari membaca Al-Qur’an, zikir, atau kewajiban lainnya.
Islam itu indah dan fleksibel, tapi juga mengajarkan keseimbangan. Menonton Piala Dunia boleh saja, asal tahu batas dan prioritas.
2. Pilih Tayangan yang Tidak Mengandung Unsur Mudarat
Beberapa tayangan atau segmen selama Piala Dunia kadang mengandung unsur yang tidak sesuai dengan nilai Islam, misalnya:
- Iklan berbau alkohol, perjudian (sponsor betting), atau pakaian yang tidak sopan.
- Komentar atau tayangan yang terlalu berlebihan dan tidak bermanfaat.
- Konten media sosial yang menjurus ke ghibah, olok-olokan tim lain, atau fanatisme buta.
Sebagai Muslim, penting untuk menjaga pandangan dan telinga dari hal-hal yang tidak memberi manfaat. Rasulullah SAW bersabda:
“Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya.”
(HR. Tirmidzi)
Menonton bola bisa jadi hiburan, tapi jangan biarkan jadi jalan menuju kelalaian.
3. Jadikan Nobar Sebagai Wadah Silaturahmi dan Dakwah Ringan
Kalau ingin nobar (nonton bareng), kenapa tidak sekalian dijadikan ajang silaturahmi dan berbagi nilai-nilai positif?
Misalnya:
- Mulai nobar dengan membaca doa bersama.
- Sisipkan momen salat berjamaah saat jeda pertandingan.
- Hindari ucapan kasar, makian, atau ejekan saat tim jagoan kalah.
- Sajikan makanan yang halal dan sehat, hindari yang berlebihan atau mubazir.
Dengan begitu, nobar bukan cuma seru-seruan, tapi juga jadi ladang pahala dan kebersamaan yang penuh nilai Islami.
4. Hati-Hati dengan Fanatisme yang Berlebihan
Mendukung tim favorit boleh-boleh saja. Tapi jangan sampai membuat kita:
- Memaki tim lain, apalagi sampai ribut dengan sesama.
- Mengidolakan pemain secara berlebihan hingga mengabaikan akhlak dan iman.
- Menjadikan sepak bola sebagai segalanya, hingga lupa akhirat.
Dalam Islam, mencintai sesuatu tidak boleh melebihi cinta kita kepada Allah dan Rasul-Nya. Bahkan, Rasulullah SAW pernah bersabda:
“Cintailah sesuatu sekadarnya saja, bisa jadi suatu hari engkau akan membencinya. Dan bencilah sesuatu sekadarnya saja, bisa jadi suatu hari engkau akan mencintainya.”
(HR. Tirmidzi)
Sepak bola hanya permainan. Menangkan dengan bahagia, dan terima kekalahan dengan legowo.
5. Gunakan Momen Piala Dunia untuk Belajar Nilai Positif
Di balik pertandingan, banyak nilai yang bisa kita ambil:
- Kerja sama tim: Sepak bola tidak bisa dimenangkan sendirian.
- Sportivitas: Mengakui kekalahan adalah bentuk kematangan jiwa.
- Disiplin dan latihan: Tak ada kemenangan tanpa usaha dan kerja keras.
Semua itu sejatinya sangat Islami. Bukankah dalam Islam juga diajarkan untuk selalu bersungguh-sungguh (ittiqan) dalam beramal, bersikap adil, dan tidak iri?
Momen ini bisa jadi inspirasi bagi anak muda Muslim untuk lebih semangat berlatih, belajar, atau bekerja keras meraih cita-cita.
6. Jangan Lupakan Doa: Kita Butuh Piala Dunia yang Aman dan Damai
Di balik euforia, kita juga tidak boleh lupa mendoakan agar ajang sebesar Piala Dunia bisa berjalan dengan damai, tanpa kerusuhan, tanpa rasisme, dan tanpa pertumpahan darah. Islam sangat menjunjung tinggi nilai kedamaian dan persaudaraan antar bangsa.
Doakan juga agar umat Islam yang menjadi bagian dari Piala Dunia—baik pemain, ofisial, atau fans—bisa tetap menjaga ibadah dan akhlak mereka.
Nikmati Sepak Bola, Jaga Iman
Bagi Muslim, menonton Piala Dunia bukanlah hal yang dilarang. Tapi ada adab dan batasan yang perlu dijaga agar tontonan ini tetap menjadi hiburan yang mendatangkan manfaat, bukan sebaliknya. Kita bisa ikut larut dalam semangat pertandingan tanpa kehilangan arah spiritual.
Gunakan momen ini untuk:
- Mengasah semangat kebersamaan,
- Menjaga lisan dan pandangan,
- Dan tentu saja, tetap mengutamakan ibadah dan akhlak.
Karena dalam Islam, hiburan itu boleh, selama tidak menjauhkan kita dari Allah SWT.
“Menonton bola bisa jadi pahala, kalau caranya tetap islami dan penuh adab.”
Kalau Anda punya komunitas Muslim dan ingin mengadakan nobar yang sehat, bisa dikemas jadi acara bermanfaat.[]
