BQ Luncurkan Program Takhasus Usia 7 Tahun Hafal 30 Juz

redaksi
3 Min Read

JAKARTA, SM– Belum puas meraih banyak penghargaan di tingkat nasional, Bait Qur’any (BQ) kini meluncurkan program takhasus untuk anak usia 2 hingga 5 tahun. Target dari program ini, anak bisa lancar menghafal 30 juz al-Qur’an ketika usia 7 tahun. Dengan tahap hafalan, satu semester satu juz.

Program takhasus diluncurkan BQ saat usianya sebelas tahun. Program takhasus (khusus) merupakan suatu program terbaru dan pilihan yang tidak sembarang murid bisa mengikutinya. Alasannya karena pihak BQ sendiri tidak hanya melihat kemampuan si anak selama beberapa tahun belajar di BQ, namun juga melihat kemampuan para orangtua calon peserta takhasus yang terpilih.

“Peserta takhasus dipilih langsung oleh guru,” jelas Ustadzah Nurul Hikmah, pendiri BQ, seperti dikutip Gontornews.com. Tahap pemilihannya pun, lanjutnya, berdasarkan hasil pengamatan yang panjang yakni melihat kemampuan anak dan orangtuanya.

Karena BQ sangat membutuhkan kerjasama dari orangtua, maka BQ pun memilih orangtua yang sangat berdedikasi tinggi, mau, dan semangat untuk selalu mengajarkan anaknya menghafal al-Qur’an di rumah.

Salah satu peserta takhasus yang terpilih adalah si kembar Al-Khalifi dan Al-Ghazali. Pada usia 3 tahun, mereka sudah berhasil menghafal 1,5 juz al-Qur’an. Hebatnya, selama menjalani beragam program di BQ, semua murid, termasuk si kembar tadi sudah bisa menghafalkan puluhan surat, tahu maknanya per kata, juga hafal urutan nomor dari tiap surat yang dihafalnya.

Kegiatan yang diperuntukkan bagi masyarakat umum tersebut disambut antusias ratusan peserta dari berbagai kalangan. Pada sesi pertama, ditampilkan persembahan para peserta didik Bait Qur’aniy sejak usia balita hingga dewasa. Kepiawaian mereka tidak hanya dalam melantunkan dan menghafal ayat al-Qur’an namun juga hafal urutan nomor ayat dalam tiap surat serta mengetahui arti per kata.

Pada sesi kedua, Ustadzah Bait Qur’any terus memotivasi para orangtua agar mau ikut bekerjasama mencetak para generasi muda yang qur’aniy bahkan dari sejak dalam kandungan. “Anak harus terus diajak untuk menghafal, walaupun ketika ia sedang bermain. Dengarkanlah terus lantunan ayat al-Qur’an dengan tajwid yang baik, meski anak belum bisa mengikuti bacaannya secara jelas,” ujarnya.

Pada sesi ketiga, Pengasuh Yayasan Bait Qur’any at-Tafkir yang juga Pembina Karantina Hafidz Indonesia RCTI tahun 2014-2015, Ustadz Habib, tampil sambil mengajarkan para peserta metode hafalan dengan menggunakan ke-14 ruas jari tangan. Para peserta diajak secara langsung untuk ikut mempraktikannya agar kelak metode tersebut bisa diajarkan juga kepada keluarga di rumah. [FR]

⇒ Kunjungi dan Dapatkan Berita Seputar Masjid dengan Cepat di ⇒ GOOGLE NEWS ⇐

Share This Article
Translate »