ACEH BARAT, (SM)—Dalam upaya menerapkan pelaksanaan Syariat Islam secara kaffah, Pemkab Aceh Barat, Kamis, 29 September 2016 meresmikan model pelayanan kesehatan islami di Rumah Sakit Cut Nyak Dhien Meulaboh.
Penerapan layanan berbasis islami ini tentunya diharapkan mampu meningkatkan peran rumah sakit daerah dalam memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal kepada masyarakat, baik dari segi kesehatan serta dari segi pelayanan saat berada di rumah sakit dengan layanan prima, bersahabat serta sesuai syariah.
Bupati Aceh Barat, HT Alaidinsyah dalam sambutannya berharap dengan adanya pelayanan islami ini RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh terus melakukan pembenahan pelayanan dan inovasi. Demikian diunggah tribunnews.com.
“Saya berharap RSU Cut Nyak Dhien terus melakukan inovasi dan pengembangan di segala bidang, minimal dapat mengurangi stigma di masyarakat bahwa, masuk rumah sakit bukanlah hal yang menyeramkan. Namun dengan penerapan karakteristik sifat kekeluargaan, bahwa rumah sakit dapat memberikan pelayanan yang bersahaja dan menyenangkan,” ujar bupati yang akrab disapa Haji Tito ini.
Menyangkut penerapan model pelayanan islami, Bupati HT Alaidinsyah mengingatkan seluruh jajaran di BLUD RSU Cut Nyak Dhien agar menjadikan tata cara ini sebagai karakteristik dalam melayani, bukan hanya dalam masa-masa tertentu, namun harus berkesinambungan dan menjadi ciri khas, “Berikan citra yang positif dari sebuah pelayanan kesehatan yang dijalankan,” ujarnya.
Tak hanya itu, dalam tahun 2016 ini Aceh Barat juga sedang melaksanakan pembangunan Balai Zaitun untuk menampung penanganan kejiwaan dan Gedung Rehabilitasi Narkoba yang berlokasi di Kecamatan Kaway XVI. Bupat juga berkeinginan menjadikan Aceh Barat sebagai pusat jasa pengobatan di wilayah barat selatan Aceh. [FR]
