Bupati Batang Himbau Shalat Berjamaah di Masjid

redaksi
3 Min Read

Batang-SM. Dalam rangka meningkatkan keimanan dan mendukung efektivitas kerja, Pemerintah Kabupaten Batang mengeluarkan surat edaran yang berisikan himbauan kepada seluruh pegawai pemerintah dan masyarakat umum di Kabupaten Batang untuk melaksanakan shalat berjamaah. Himbauan ini dituangkan dalam Surat edaran Nomor: 800/SE/ 2045/2015 tertanggal 28 Desember 2015.

Surat ajakan untuk melaksanakan shalat berjamaah di masjid yang ditandatangani Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo ini menghimbau kepada seluruh anggota ASN/Kepala SKPD/UPTD, dengan seluruh jajarannya dilingkungan kerja Perkab Batang, TNI dan Polri, lebaga negara, instasi vertical, BUMN dan BUMD, perusahaan swasta dan lembaga swasta, sekolah/madrasah dan pondok pesantren, rumah sakit dan puskesmas, serta berbagai kalangan komunitas profesi.

Purnawirawan berpangkat mayor ini juga meminta supaya seluruh kegiatan dihentikan saat adzan berkumandang dan segera melaksanakan shalat berjamaah di masjid terdekat. Surat edaran ini diharapkan menjadi sebagai “Gerakan Shalat Berjamaah di Awal Waktu untuk bisa dilaksanakan sebaik-baiknya. “Semoga Allah SWT senantiasa mengampuni dosa-dosa kita dan melimpahkan rahmat dan ridho-Nya kepada kita semua,” terang pria kelahiran Batang, 27 April 1972 ini.

Dengan himbauan ini Bupati Batang tidak hanya mengajarkan kepada jajaran pegawai dan warga Batang tengang pentingnya shalat berjamaah di masjid tapi juga menanamkan pentingnya shalat di awal waktu. Bupati peraih Bung Hatta Anticorruption Award 2015 ini menjelaskan, tertib melaksanakan shalat yang hanya 5 menit itu tentu bisa berdampak pada segala aspek kehidupan. “Kalau untuk tujuan akhirat, diperintah oleh yang membuat hidup ini dipatuhi, apalagi urusan yang lain. Tentu akan bisa menjalankan,” jelasnya seperti dikutip dari detik.com.

Dampak posifitnya, masyarakat yang ingin menemui Bupati atau pejabat pemerintah bisa langsung datang ke Masjid Raya Batang untuk bersama-sama melaksanakan shalat fardhu berjamaah. Setelah itu mereka bisa menemui orang nomor satu di Batang ini untuk menyampaikan aspirasi, diskusi dan bersilaturahim.

Sejak menjabat sebagai Bupati Batang tahun 2012, Yoyok menjaga amanah dan integritasnya dengan membuat Surat Pernyataan Bupati Batang tidak meminta proyek dengan mengatasnamakan pribadi, keluarga, atau kelompok; membuat Pakta Integritas Pelaksana Kegiatan SKPD dalam pencegahan dan pemberantasan KKN; mengadakan Festival Anggaran agar seluruh perencanaan anggaran dipamerkan kepada masyarakat secara transparan.

Yoyok menggandeng Transparency International Indonesia, ICW dan KPK guna mendorong terciptanya pemerintah yang bersih, dan meminta seluruh jajaran birokrasi menandatangani pakta integritas tidak korupsi. Hasilnya, Batang menjadi daerah pertama di Jawa Tengah dalam pencanangan zona integritas bebas korupsi, dan penghematan Kabupaten Batang mencapai Rp. 5-6 miliar, peningkatan pendapatan daerah Rp. 14,4 miliar, dan efisiensi belanja pegawai Rp. 42,4 miliar.

Tak heran jika Yoyok diberi anugrah sebagai Bupati peraih Bung Hatta Anticorruption Award 2015 bersama Tri Rismaharini, Walikota Surabaya. Yoyok juga pernah meraih penghargaan dari Kementerian Agama tahun 2014 atas prestasi dan jasa dalam memajukan pendidikan agama dan pendidikan keagamaan tingkat nasional. Dibawah kepemimpinanya, Yoyok membawa visi besarnya ; Terwujudnya Pemerintahan Yang Efektif, Bersih, Profesional, Untuk Penguatan Ekonomi Daerah, Dan Pencapaian Kesejahteraan Masyarakat Batang. /ahm

⇒ Kunjungi dan Dapatkan Berita Seputar Masjid dengan Cepat di ⇒ GOOGLE NEWS ⇐

Share This Article
Translate »