SARILAMAK,SM– Pendidikan keagamaan merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat Islam Indonesia. Mushalla,surau,madrasah keagamaan ataupun kelompok pengajian dalam bentuk majelis taklim dan lainnya,merupakan buah dari proses institusionalisasi pendidikan Islam yang kuat di masyarakat.
“Semangat dan perjuangan masyarakat tersebut patut diberi apresiasi termasuk oleh Pemerintah. Pendidikan keagamaan yang dikembangkan melalui Madrasah Diniyah Takmiliyah harus didorong agar pendidikan agama Islam tetap menjadi pilar utama pembangunan Bangsa,” ujar Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi seperti diunggah gosumbar.com (21/3).
Hal itu dikatakannya, dalam sambutannya ketika pengukuhan kepengurusan Dewan Pengurus Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPC-FKDT) Kabupaten Limapuluh Kota masa bakti 2016-2021, di masjid Kantor Bupati Limapuluh Kota, Jumat (18/3).
Saaat ini, menurut Irfendi, pendidikan keagamaan sudah mengalami perkembangan tidak saja di lingkungan pesantren ,tetapi juga dalam seluruh ruang kehidupan masyarakat. Adanya PP No 57 tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Keagamaan (diniyah) baik formal maupun non Formal.
Irfendi mengatakan, Madrasah Diniyah Takmiliyah merupakan lembaga pendidikan keagamaan non formal yang cukup mengakar di masyarakat. Oleh sebab itu, pemerintah terus mendukung pengembangan Diniyah Takmiliyah dengan tetap memperhatikan keunikan keunggulan lokal di masing-masing tempat di mana lembaga itu di jalankan. [FR]
