MAKKAH, (SM)– Para jamaah haji dari berbagai dunia terus berdatangan di Kota Makkah. Masjidil Haram pun semakin dipadati para jamaah dengan beragam usia dan kondisi kesehatannya. Sementara cuaca di Kota Makkah sangat terik karena memang sedang musim panas.
Untuk mengantisipasi adanya jamaah haji yang mengalami gangguan kesehatan sepulang dari Masjididl Haram, Daker Makkah menyiagakan tim kesehatan dan ambulan di sekitar terminal Syib Amir. Tim ini akan bersiaga di lokasi rawan tersebut, khususnya di jam sibuk seperti habis Dzuhur dan Isya.
Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat mengatakan, petugas kesehatan diperlukan di terminal Syib Amir karena semakin hari, jamaah yang melewati jalur tersebut semakin padat. Potensi gangguan kesehatan pun semakin meningkat.
“Sehingga adanya keperluan untuk menempatkan petugas kesehatan dan ambulans di sana,” terang Arsyad di kantor Daker Makkah, seperti dikutip kemenag.go.id. Sabtu (27/8).
Terminal Syib Amir adalah terminal bus shalawat yang paling banyak melayani jamaah Indonesia. Mereka bergerak ke sektor 6 dan sektor 7, di mana ada sekitar 40 pemondokan jamaah Indonesia di sana. Tak heran, terminal tersebut selalu dipadati jamaah Indonesia.
“Bisa dilihat begitu padat. Kan banyak yang tua-tua dalam kondisi sudah makan, sebagian belum makan. Panas, capek tidur kurang, kena sengatan matahari, kumpulan orang banyak. Ada yang tidak mampu lalu pingsan,” kata Arsyad.
Arsyad memberi apresiasi tim petugas kesehatan yang sigap melayani jamaah haji di sana. Sejauh ini, mereka akan bersiaga di waktu setelah salat dzuhur dan Isya. Namun tidak menutup kemungkinan bila terjadi kepadatan, waktunya akan ditambah.
Penghubung kesehatan Daker Makkah, dr Ramon Andreas menambahkan, tenaga kesehatan itu berada di kontainer Indonesia di Rawahel. Letaknya tak jauh dari lokasi terminal bus shalawat.
Bila menemukan hal-hal darurat yang membutuhkan bantuan petugas, Anda bisa menghubungi call center 24 jam petugas haji di nomor 9200 1 3210 atau whatsapp/sms center di nomor: 0503500017. [FR-Pinmas]
