TASIKMALAYA (SM)– Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan membuka secara resmi pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Jawa Barat ke-34 di Kompleks Olah Raga Dadaha, Kota Tasikmalaya, Ahad (17/4) malam. Pembukaan MTQ berlangsung cukup khidmat.
Gubernur Aher berharap kegiatan yang berlangsung 17-23 April 2016 ini dapat tersosialiasi ke seluruh pelosok Jawa Barat. Kegiatan MTQ ini, seharusnya dapat membawa masyarakat Jawa Barat untuk berpegang teguh pada nilai-nilai yang terkandung dalam Alquran, baik itu dalam upaya pembangunan daerah maupun perekonomian masyarakat.
“Jadi saya harap Alquran tidak hanya dilafalkan atau didengarkan, tetapi harus mampu disyiarkan ke seluruh pelosok,” tuturnya seperti dikutip pikiran-rakyat.com.
Menurut dia, sosialiasi itu akan berdampak positif bagi pandangan hidup umat Jawa Barat. Pasalnya, Alquran selalu mengaja kebaikan, sehingga saat mengamalkan nilai Alquran, masyarakat diharapkan mampu mewujudkan tujuan kehidupan yang sesungguhnya.
Heryawan juga berpesan kepada para dewan hakim untuk bisa bertindak netral dalam penilaian MTQ nanti. Dia optimistis, penilaian dalam perlombaan tilawatil Alquran ini bisa lebih transparan karena Dewan Hakim bertanggung jawab pada Alquran.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat HA Bukhori mengungkapkan, saat ini telah terjadi pergeseran makna perhelatan MTQ. Menurutnya, masih banyak yang beranggapan MTQ digelar untuk menghabiskan anggaran. Padahal, jika MTQ bisa dimanfaatkan lebih optimal maka akan berdampak positif bagi masyarakat.
Menurut dia, ada pula yang beranggapan bahwa MTQ merupakan ajang prestasi dan prestisius sehingga banyak daerah yang berupaya meraih prestasi dengan cara yang kurang tepat. Oleh karena itu, MTQ Jabar tahun ini harus dijadikan ajang refleksi perubahan.
Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran Ahmad Hadadi mengatakan, MTQ tahun ini diikuti 1988 peserta dengan memperlombakan tujuh cabang tilawatil Alquran. Para peraih medali emas para MTQ Jabar akan dipersiapkan untuk menghadapi MTQ tingkat nasional di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Juli 2016 mendatang. Ada 21 medali emas yang diperebutkan.[FR]
