Ketua RMI: Halaqah Harus Kembangkan Islam Washatiyah

redaksi
2 Min Read

SUARAMASJID.com| Bogor–Ketua Rabithah Maahidil Islamy (RMI) KH Abdul Ghaffar Rozin menyatakan, forum Halaqah ini sangat disayangkan jika tidak menghasilkan kesepahaman bersama. Menurut Rozin, sudah waktunya para ulama di ASEAN saling bahu membahu dan bekerjasa untuk mengembangkan Islam Washatiyah dalam merespon globalisasi.

Untuk itu, salah satu gagasannya adalah merevitalisasi peran pesantren serta lembaga pendidikan Islam sejenis di ASEAN. Dikatakan Rozin, pesantren, zawiyah, pondok terbukti telah menjadi lembaga tradisional yang turut menjaga dan melestarikan Islam wasathiyah di masyarakat ASEAN.

Sementara itu, Azyumardi Azra dalam pemaparannya bahkan menggarisbawahi Islam Wasathiyah sebagai ciri utama bahkan kelebihan dari corak Islam di Asia Tenggara. Menurutnya, di banyak negara Islam, bahkan di Timur Tengah, kehidupan keberagamaan tidak lebih baik di Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Di Indonesia, umat Islam bisa dengan mudah melaksanakan ibadah, karena di berbagai sudut tempat ada mushala.

Azyumardi menilai hal itu terjadi karena keberhasilan Islam di nusantara ini mendialogkan kehadiran agama dengan budaya lokal yang ada. Karena itu, Islam wasathiyah yang telah menjadi khazanah utama Islam di Asean Tenggara ini perlu terus ditingkatkan.

Halaqah Ulama ASEAN 2016 di Bogor dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (Wakil Presiden) didampingi Menag Lukman Hakim Saifuddin pada Selasa (13/12). Halaqah ini menghadirkan sejumlah narasumber, yaitu: Azyumardi Azra (Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah), KH Abdullah Sarwani (Mantan Duber RI di Libanon), KH Solahudin Wahid (Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang), Abd Rahman Masud (Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag RI), Munir Mulkhan (Guru Besar UIN Yogyakarta), Iik Mansurnoor (Visiting Profesor di Brunai). [FR]

 

 

 

⇒ Kunjungi dan Dapatkan Berita Seputar Masjid dengan Cepat di ⇒ GOOGLE NEWS ⇐

Share This Article
Translate »