SUARAMASJID.com| Semarang– Komisi E DPRD Jateng meminta pemerintah provinsi lebih memperhatikan lagi pengelolaan masjid-masjid besar di Jawa Tengah. Tidak hanya memperhatikan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), namun juga seperti Masjid Baiturrahman yang selama ini kondisinya tidak mendapatkan perhatian.
Ketua Komisi E DPRD Jateng, AS Sukawijaya mengatakan, selama ini masalah pengelolaan Masjid Baiturrahman yang terletak di Simpang Lima Semarang belum ada solusinya. Sejak dibangun pada 1968-1974, sampai saat ini belum diperbaiki. “Masjid Baiturrahman mau direnovasi tidak bisa, karena tidak jelas punya siapa. Akhirnya Pemkot Semarang dan Pemprov Jateng tidak bisa bantu,” ujarnya, Rabu (4/1).
Saat ini kondisi atap bagian belakang masjid yang diresmikan Presiden Soeharto tersebut sudah rusak. Jika pemerintah ingin memberikan bantuan dalam bentuk hibah, maka harus ada yayasan yang jelas. “Melihat kondisi Masjid Baiturrahman yang sekarang, sudah sangat mendesak untuk diperbaiki. Jadi butuh solusi segera. Bisa Pemkot Semarang dan Pemprov Jateng,” tuturnya dikutip suaramerdeka.com.
Komisi E berharap Masjid Baiturrahman dapat dikelola Pemprov Jateng, karena termasuk masjid besar dan sejarahnya. Bukan hal mustahil pemprov membantu. “Tinggal niat baiknya. Pemerintah provinsi sebetulnya mampu. Tapi harus dipikirkan bersama-sama bagaimana mekanismenya, apakah direvitalisasi jadi aset pemprov. Pemerintah harus menuntun,” kata politikus Partai Demokrat itu.
Sementara itu, pada 2017 Masjid Agung Jawa Tengah mendapatkan anggaran sebesar Rp 1,750 miliar. Sebanyak Rp 1 miliar dialokasikan untuk perawatan gedung yang menjadi aset Pemprov Jateng, dan sisanya Rp 750 juta untuk kegiatan keagamaan. [FR]
