Masjid Jami An-Nawier Karya Komandan Dahlan

redaksi
3 Min Read

pekojan pekojan1

Masjid Jami An-Nawier (1700-an)

Masjid An-Nawier terletak di daerah Pekojan. Masjid ini didirikan oleh seorang ulama yang biasa dipanggil Komandan Dahlan. Makamnya yang ada di sebelah utara masjid ini kerap diziarahi para ulama maupun masyarakat biasa dari daerah Banten.

Pekojan, asal katanya dari kata Koja, adalah kain tenun yang dipakai untuk ikat kepala oleh orang-orang Banten atau Badui; atau juga berarti orang India (Khoja).

Komandan Dahlan merupakan salah seorang utusan kesultanan Banten yang membantu Fatahillah menyerang Belanda di daerah Sunda Kelapa.

Ada yang menyebut kata Pekojan muncul dari kebiasaan Komandan Dahlan yang menggunakan ikat kepala dari kain tenun (Koja). Makam Komandan Dahan sendiri kini berada di utara masjid.

Masih berkaitan dengan pembangunan masjid tersebut, konon Pangeran Diponegoro di tahun 1825-1830 pernah memperbaiki masjid tersebut.

Di sekitar masjid ini selain makam Komandan Dahlan, ada beberapa makam tua para ulama besar Kampung Pekojan. Konon Masjid Jami Pekojan ini dahulunya menjadi induk dari masjid-masjid sekitar Batavia.

Dulu, setiap hari Jum’at, masjid ini dihadiri lebih dari 2.000 jamaah. Peninggalan sejarah masjid ini tak hanya makam, mimbar berukir di mihrab masjid adalah pemberian dari salah seorang Sultan Pontianak pada awal berdirinya masjid di abad ke 18.

Sampai kini Masjid Jami An-Nawier telah mengalami beberapa kali pemugaran. Terutama pada bagian interior masjid, bagian list-plangnya yang bermotif gunungan dan sayap kelelawar, serta menara masjid yang menjadi satu bagian dengan bangunan masjid.

Melihat dari modelnya, bangunan masjid ini bukan layakanya masjid. Ruangan dalam masjid berbentuk leter L. Lalu untuk menopang atapnya yang berjumlah dua memanjang dari utara ke selatan ada 33 buah pilar model romawi. Model pagar temboknya tinggi dan tebal, lalu model list-plang yang juga mirip dengan bangunan Belanda pada umumnya. Ada kesan, masjid ini adalah benteng atau masjid yang sengaja dibuat dan dipakai sebagai benteng.

Masjid An-Nawier Pekojan berada di Jalan Masjid Pekojan Gg. II, Kelurahan Pekojan, sebelah barat Stasiun Kereta Api Kota. Agak sulit juga mencari lokasinya, karena di kiri dan kanan serta belakang masjid terjepit pemukiman penduduk sekitar Jalan Pengukiran. [fathur-bbs]

⇒ Kunjungi dan Dapatkan Berita Seputar Masjid dengan Cepat di ⇒ GOOGLE NEWS ⇐

Share This Article
Translate »