Suaramasjid.com |- Takmir Masjid Raden Patah Universitas Brawijaya (UB) menghadirkan Curhat Hub pada awal Oktober 2026 sebagai layanan pendampingan spiritual bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan (tendik), hingga masyarakat umum. Program ini menjadi ruang bagi siapa pun yang ingin berbagi cerita dan mencari dukungan ketika menghadapi persoalan akademik maupun pribadi.
Layanan tersebut dapat diakses secara gratis dengan mengedepankan nilai-nilai Islam. Melalui pendekatan spiritual, Curhat Hub diharapkan membantu pengguna menemukan sudut pandang yang lebih tenang dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Berawal dari Kepedulian terhadap Kesehatan Mental
Ketua Takmir Masjid Raden Patah UB, Mukhammad Kholid Mawardi, S.Sos., M.A.B., Ph.D., menjelaskan bahwa Curhat Hub berawal dari diskusi internal pengurus takmir mengenai peran masjid dalam merespons persoalan kesehatan mental dan tekanan emosional di kalangan mahasiswa.
Program ini dirancang untuk menyediakan ruang konsultasi yang aman dan nyaman. Pengguna dapat bercerita, berdiskusi, serta memperoleh pendampingan spiritual berdasarkan nilai-nilai Al-Qur’an dan hadis dengan pendekatan psikologi Islam.
Penguatan spiritual diharapkan dapat menjadi salah satu sumber dukungan ketika mahasiswa menghadapi tekanan perkuliahan, persoalan sosial, maupun masalah pribadi.
“Kami ingin memberikan alternatif solusi bagi mahasiswa yang menghadapi berbagai persoalan kehidupan, salah satunya melalui penguatan spiritual dengan kembali kepada ajaran agama,” jelas Kholid.
Konsultasi Fleksibel dengan Menjaga Privasi
Pengurus Takmir Masjid Raden Patah UB, Ustaz Nur Hidayat, S.Pd.I., menyampaikan bahwa Curhat Hub menyediakan layanan daring (online) dan luring (offline). Pengguna dapat menghubungi call center untuk menyampaikan kebutuhan awal sekaligus membuat janji konsultasi.
Pertemuan tatap muka dapat berlangsung di sekretariat takmir yang berada di bagian depan masjid sebelah timur. Konsultasi juga dapat dilakukan di lokasi lain yang dianggap nyaman oleh pengguna, termasuk di luar lingkungan kampus.
Fleksibilitas tersebut menjadi bagian dari upaya pengelola untuk membuat pengguna merasa lebih leluasa ketika menyampaikan persoalannya. Identitas dan cerita pengguna pun berkomitmen dijaga kerahasiaannya.
“Waktu dan tempat konsultasi akan disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Kami ingin setiap orang merasa aman dan nyaman ketika menyampaikan persoalannya,” ujar Nur Hidayat.
Informasi mengenai layanan ini telah disebarluaskan melalui media sosial dan layar informasi Masjid Raden Patah UB agar dapat menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan pendampingan.
Pendampingan Spiritual dan Rujukan Profesional
Curhat Hub melibatkan pengurus takmir yang mayoritas berasal dari kalangan dosen dan tenaga kependidikan. Pendampingan diberikan berdasarkan kebutuhan pengguna serta kemampuan pendamping yang tersedia.
Apabila persoalan memerlukan penanganan lebih khusus, pengelola berencana memfasilitasi rujukan kepada tenaga profesional, termasuk psikolog dan psikiater, melalui kolaborasi dengan Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RSUB).
“Pendampingan spiritual menjadi pintu awal layanan kami. Jika ada persoalan yang membutuhkan penanganan khusus, kami akan mengarahkan pengguna untuk mendapatkan bantuan psikolog atau psikiater sesuai kebutuhannya,” jelas Nur.
Sejak dibuka pada awal Oktober 2026, layanan ini telah diakses lima mahasiswa, terdiri atas tiga mahasiswi dan dua mahasiswa. Pengguna dari kalangan masyarakat umum di luar kampus juga tercatat memanfaatkan layanan tersebut.
Memperluas Peran Masjid di Lingkungan Kampus
Kholid berharap Curhat Hub dapat memperkuat kedekatan mahasiswa dengan agama, membantu mereka menyikapi persoalan secara lebih positif, serta mendorong pencarian bantuan yang sesuai ketika menghadapi tekanan berat. Program ini juga diharapkan mendukung kelancaran studi mahasiswa hingga kelak berkontribusi bagi masyarakat.
Kehadiran Curhat Hub memperlihatkan upaya Takmir Masjid Raden Patah UB memperluas fungsi masjid kampus. Tidak hanya menjadi tempat ibadah, masjid juga diharapkan hadir sebagai ruang pendampingan dan penguatan spiritual yang terbuka bagi berbagai kalangan.
Melalui layanan gratis, fleksibel, dan berorientasi pada privasi, Curhat Hub diharapkan ikut membangun lingkungan Universitas Brawijaya yang lebih peduli terhadap kesejahteraan emosional dan spiritual sivitas akademika.
