Menag: Pesantren Mengajarkan Keragaman

redaksi
2 Min Read

PURWAKARTA, (SM)–Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meresmikan berdirinya Pondok Pesantren Baitul Qur’an Cirata, Kampung Rawatutut, Desa Karoya, Kecamatan Tegal Waru, Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (13/10).

“Atas nama Menteri Agama mewakili pemerintah, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas selesainya pembangunan Pondok pesantren Baitul Qur’an,” kata Menag dilansir kemenag.go.id (13/10).

Di hadapan para santri, Menag berbagi kisah tentang pengalamannya sebagai santri. Menurutnya, di pesantren, dirinya tidak hanya belajar ilmu agama, tapi juga belajar tentang kehidupan. Di pesantren juga Menag belajar tentang bagaimana menyikapi keragaman.

“Pesantren mengajarkan keragaman itu, kebiasaan hidup dengan berbeda-beda dan budaya berbeda. Ini dilakukan setiap hari, bertahun tahun hidup dilingkungan pesantren, Pesantren candra dimuka untuk membangun keragaman itu,” papar Menag.

“Saya merasa bersyukur adanya ponpes Baitul Quran, untuk menyiapkan ilmu-ilmu Al quran, untuk berkontribusi dalam merawat keindonesiaan. Indonesia yang tetap memiliki nilai tersendiri, nilai-nilai keagamaan, agar tidak tercerabut dari nilai-nilai keagamaan, toleransi dalam kehidupan bernegara,” imbuhnya.

Pengasuh Ponpes Baitul Qur’an Muslih Abdul Karim berharap keberadaan Ponpes Baitul Quran akan bermanfaat bagi masyarakat, khusunya Jawa Barat. Menurutnya, pesantren ini dikembangkan bekerjasama dengan pesantren Gontor dan Langitan.

Sementara Ponpes Baitul Quran akan fokus pada pendidikan dan tahfidz Al Qur’an, Pesantren Gontor fokus di Bahasa Arab dan Inggris, dan pesantren Langitan fokus pada pendidikan ilmu syariah.

“Mudah-mudahan bermanfaat bagi bangsa, menjadikan Indonesia Baldatun wa Rabbun Ghafur. Semoga ilmu Al Quran semakin berkah, dan bangsa diselamatkan dari banjir dan musibah,” harapnya.

Saat ini, ada 85 santri yang belajar di Ponpes Baitul Qur’an. Pesantren ini kini memiliki fasilitas berupa dua masjid, dua asrama, dua kantin, dua kantor, dan dua dapur. Semuanya berjumlah dua karena antara santri laki-laki dan santri perempuan dipisahkan tempatnya. [FR]

 

⇒ Kunjungi dan Dapatkan Berita Seputar Masjid dengan Cepat di ⇒ GOOGLE NEWS ⇐

Share This Article
Translate »