Muswil DMI Jateng, Optimalisasi Pemberdayaan Umat

redaksi
2 Min Read

masjid jatengSEMARANG-SM. Masjid semestinya tidak hanya difungsikan untuk shalat dan mengaji. Tapi juga menjadi pusat aktivitas masyarakat, utamanya dalam mencari solusi dari berbagai macam persoalan di masyarakat.

Itulah yang disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai pembukaan Musyawarah Wilayah ke IV Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Jawa Tengah dengan tema Optimalisasi Peran dan Fungsi Masjid dalam Pemberdayaan Umat di Kompleks Masjid Agung Jawa Tengah Jl. Gajah Raya Semarang, seperti dilansir jatengprov.go.id (27/12).

Ganjar menjelaskan masjid harusnya tak hanya dimakmurkan akan tetapi juga memberikan kemakmuran kepada masyarakat. Artinya, masjid secara bangunan bisa bagus berkat sumbangan dari masyarakat, dan sebaliknya yang menyumbang mendapatkan manfaat. Sehingga fungsi dan peran masjid secara nyata dapat dirasakan oleh masyarakat.

“Masjid itu kan harusnya dimakmurkan sekaligus memakmurkan. Jadi orang yang datang harus mendapatkan sesuatu. Dan itu berbasis pada aktivitas masjid tentu saja dengan menjadi tempat diskusi, komunikasi problem apapun mulai dari sosial politik budaya dan agama. Sehingga pemberdayaan masjid ini harus jadi prioritas,” katanya.

Hal senada diutarakan Sekretaris Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia Drs. H. Imam Addaruqutni, MA. Menurutnya, berbagai persoalan justru dapat dicarikan solusinya di masjid.

“Pada zaman Rasulullah tidak ada yang tidak dicarikan jalan keluar. Hingga masalah politik. Ada saat itu namanya Sakifah Bani Sa’adah yang paling terkenal dalam hal strategi dan politik. Jadi semua dibicarakan di masjid,” jelasnya. [FR]

 

⇒ Kunjungi dan Dapatkan Berita Seputar Masjid dengan Cepat di ⇒ GOOGLE NEWS ⇐

Share This Article
Translate »