Naskah Khutbah Jumat: Memuliakan Bulan Kelahiran Nabi Muhammad SAW

redaksi
6 Min Read

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا لَا يَزَالُ دَائِمَ الِاقْتِبَالِ. ضَافِي السِّرْبَالِ جَدِيدًا عَلَى مَرِّ الْجَدِيدَيْنِ غَيْرَ بَالٍ. عَلَى أَنَّ حَمْدَهُ سُبْحَانَهُ وَشُكْرَهُ عَلَى نِعَمِهِ وَجَمِيلِ بَلَائِهِ مِنَّةً مِنْ مِنَنِهِ. وَآلَاءَ مِنْ آلَائِهِ. فَسُبْحَانَ مَنْ لَا غَايَةَ لِجُودِهِ وَنَعْمَائِهِ وَلَا حَدَّ لِجَلَالِهِ وَلَا حَصْرَ لِأَسْمَائِهِ. فَلَهُ الْحَمْدُ تَعَالَى عَلَى ذَلِكَ كُلِّهِ حَمْدًا لَا يَزَالُ يَتَجَدَّدُ وَيَتَوَالَى اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِي قَدْ أَقَامَ بِهِ الْمِلَّةَ الْعَوْجَاءَ ، وَأَوْضَحَ بِهَدْيِهِ الطَّرِيقَةَ الْبَلْجَاءَ وَفَتَحَ بِهِ آذَانًا صُمًّا وَعُيُونًا عُمْيًا ، وَقُلُوبًا غُلَفًا، فَصَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ صَلَاةً تُحِلُّهُ أَعْلَى مَنَازِلِ الزُّلْفَى. أَمَّا بَعْدُ ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَاعْبُدُوهُ حَتَّى كُنْتُمْ مَوْتَى.

Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Setelah memuji kepada Allah SWT, bersholawat kepada baginda nabi agung Muhammad SAW, keluarga serta sahabatnya, izinkan saya untuk berwasiat kepada hadirin semua, khususnya pada diri saya sendiri. Marilah kita selalu meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan selalu mendekatkan diri kepada-Nya. Yakni mengerjakan apa yang diperintahkan, serta menjauhi apa yang dilarang, kapan pun dan dimana pun, dalam keadaan bagaimana pun, senang maupun susah, gembira ataupun sedih.

Karena dengan kita bertakwa, Allah SWT pasti akan menjamin kehidupan kita baik di dunia maupun di akhirat, juga memberikan jalan keluar atas setiap masalah yang kita hadapi.

Mari bersama-sama meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan senantiasa menjalankan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya. Tidak lupa mari senantiasa meningkatkan rasa mahabbah kita kepada manusia terbaik pilihan-Nya, nabi Muhammad SAW yang telah mengeluarkan umat manusia dan gelapnya kekufuran menuju cahaya keimanan.

Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Banyak peristiwa-peristiwa besar saat kelahiran Rasulullah SAW. Di antaranya yang terjadi di Persia (Iran). Api yang menjadi simbol sesembahan pemeluk agama Majusi pada malam kelahiran Nabi Muhammad SAW padam seketika. Tidak dapat menyala meskipun kaum Majusi berusaha untuk menyalakannya kembali, padahal 1.000 tahun sudah api sesembahan mereka tidak pernah mati.

Dan sebuah danau yang tidak pernah surut airnya tiba-tiba kering atau kejadian di kerajaan Qishra yang tiba-tiba tergoncang dahsyat hingga porak poranda. Semua fenomena yang menimpa kerajaan Persia di malam itu menunjukkan keagungan baginda nabi Muhammad SAW. Tanpa harus mendatangi negeri itu, beliau mampu memperingatkan penghuninya agar menyudahi kemusyikan mereka.

Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Al Syekh Yusuf Khatar mengatakan: Sesungguhnya Rasulullah SAW mengagungkan hari kelahirannya. Beliau bersyukur kepada Allah SWT pada hari itu atas kenikmatan besar yang menimpanya. Sebab dengan wujudnya beliau di bumi seluruh makhluk yang wujud berbahagia.

Rasulullah SAW melakukan bentuk penghormatan ini dengan cara berpuasa. Sebagaimana disampaikan dalam sebuah hadits bahwa ketika beliau ditanya tentang puasa hari ini Senin, beliau menjawab: ‘Itu hari kelahiranku dan hari ini di mana aku mendapatkan wahyu’.

Yang demikian itu termasuk dalam substansi merayakan maulid Rasulullah SAW. Meskipun dalam bentuk yang berbeda, namun secara substansi sama. Baik dengan cara berpuasa, memberi makan, berkumpul berzikir, membaca sholawat kepada baginda nabi Muhammad SAW atau mendengarkan perangai-perangai beliau yang mulia.

Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Al Syekh Ibnu Al Haj mengatakan:

ينبغي إذا دخل هذا الشهر الكريم أن يكرم ويعظم ويحترم الاحترام اللائق به وذلك بالاتباع له صلى الله عليه وسلم في كونه عليه الصلاة والسلام كان يخص الأوقات الفاضلة بزيادة فعل البر فيها وكثرة الخيرات.

Artinya: Sudah selayaknya ketika memasuki bulan Rabiul Awal ini agar kita mengagungkan dan memuliakannya. Yaitu dengan cara mengikuti jejak langkah Rasulullah SAW dimana beliau mengkhususkan beberapa waktu utama dengan menambahkan beberapa amal kebajikan dan memperbanyak kebaikan di dalamnya.

Mengagungkan bulan Rabiul Awal ini hanya dapat dihasilkan dengan bertambahnya amal-amal kebaikan, bersedekah dan segala bentuk ibadah di dalamnya. Barang siapa tidak mampu melakukan hal tersebut, maka paling tidak dengan cara menjauhi keharaman dan kemakruhan untuk memuliakan bulan ini. Meskipun juga dituntut di selain bulan maulid ini, hanya saja perlu untuk lebih ditekankan lagi pada bulan maulid ini sebagaimana anjuran pada bulan ramadhan dan bulan-bulan mulia lainnya.

Mari memuliakan bulan Rabiul Awal ini dengan sebaik-baiknya memuliakan. Mengagungkannya dengan memperbanyak bersholawat, sholat, sedekah, puasa, dan segala bentuk amal kebajikan lainnya. Mari berusaha sekuat tenaga meninggalkan kemaksiatan dan perbuatan tak berguna demi kemuliaan bulan maulid ini.

Semoga kita semua diakui sebagai umat Rasulullah Muhammad SAW dan mendapat syafaat beliau kelak di hari pembalasan.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَؤُوفٌ رَحِيمٌ. فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِي اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ. بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِتِلَاوَتِهِ إِنَّهُ تَعَالَى هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ.

Sumber: Buku Khutbah Nahdliyyin, Khutbah Rabiul Awal, NU Kota Kediri, halaman 54-58

⇒ Kunjungi dan Dapatkan Berita Seputar Masjid dengan Cepat di ⇒ GOOGLE NEWS ⇐

Share This Article
Translate »