TEBING TINGGI,SM—Akhirnya para pengikut Salawat Wahidiyah di Tebingtinggi menyatakan taubat dan mundur dari kegiatan setelah ajaran ini dinyatakan sesat oleh Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem). Sebelumnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tasikmalaya pada 2007 lalu juga telah mengeluarkan fatwa sesat terhadap faham Salawat Wahidiyah.
Pernyataan mundur disampaikan oleh ketua, sekretaris dan sejumlah pengurus faham Salawat Wahidiyah Tebingtinggi, mereka ramai-ramai bertobat dalam pertemuan yang digelar pihak Kantor Kemenag di Aula Kemenag Jalan Pendidikan Kota Tebingtinggi, Senin (14/3).
Turut hadir dalam pertemuan tersebut antara lain, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) H Abu Hasyim Siregar dan Sekretaris Kantor Kemenag Muhammad Nasir serta pimpinan ormas keagamaan seperti Al Washliyah, Muhammadiyah, Nahdhatul Ulama, Al Ittihadiyah, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Dewan Masjid Indonesia dan tokoh-tokoh agama Kota Tebingtinggi.
Kakan Kemenag Kota Tebingtinggi HM Hasbi MA menyampaikan, sejak 2000 lalu cukup banyak aliran dan faham yang dinyatakan menyimpang dari ajaran agama yang diakui oleh pemerintah, untuk ajaran agama Kristen sebanyak 150 sekte dan Islam sebanyak 250 aliran.
“Kami berharap melalui pertemuan ini saudara-saudara kita kembali ke jalan yang benar yakni ajaran Islam sesuai dengan Alquran dan Sunnah Rasulullah SAW,” imbuhnya seperti dikutip sindonews (14/3).
Sementara Ketua Wahidiyah Kota Tebingtinggi, Sudarman menyatakan bahwa pengunduran diri mereka dari ajaran faham Wahidiyah adalah demi menjaga kondusivitas di Kota Tebingtinggi.
“Kami sekarang tidak ikut Wahidiyah lagi, tapi soal kesesatan Wahidiyah bukan urusan kami melainkan untuk menjaga kondusivitas Kota Tebingtinggi, kami siap vakum atau mundur dari ajaran dan faham Wahidiyah,” katanya.
Senada dengan Sudarman, salah satu pengurus Wahidiyah Kota Tebingtinggi, Ismail mengaku tidak ada paksaan atas pengunduran diri mereka dari ajaran Salawat Wahidiyah. “Karena sudah ada keputusan dari Bakorpakem yang menyatakan bahwa sebagian ajaran Wahidiyah menyimpang maka kami siap mundur demi kemaslahatan umat dan kebaikan di Kota Tebingtinggi, kami juga tidak mau sesat,” tegasnya. [FR]
