Pesantren Muadalah Cegah Kelangkaan Ulama

redaksi
2 Min Read

BATANG, SM–Keberadaan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 18 Tahun 2014 tentang Pesantren Muadalah telah ‘menyadarkan’ pemerintah akan arti pentingnya menciptakan produsen ulama. Pasalnya, bobroknya pemahaman masyarakat tentang agama serta degradasi moral tak lepas dari minimnya sosok ulama yang hadir di tengah-tengah masyarakat.

Dalam acara Workshop Kemandirian Pesantren Alumni Gontor se-Jawa dan Sumatera yang digagas Pondok Modern Tazakka, Sabtu (9/4), Ketua Subdirektorat Pengembangan Pesantren, Kementerian Agama, Ahmad Zayadi, menyebutkan penerbitan PMA Nomor 18 itu memang disiapkan untuk menciptakan calon-calon ulama di masa depan.

Baginya, pendidikan agama tidak lagi dapat dipandang sebagai sarana penataran calon-calon ulama. Keterikatan model pendidikan umum, menurut Zayadi, memiliki andil besar dalam mengubah paradigma pendidikan madrasah di era saat ini.

“Madrasah sekarang adalah pendidikan umum yang berciri keagamaan atau keislaman,” ungkapnya seperti dikuti gontornews.com (10/4).

Lebih lanjut, Zayadi menjelaskan, diterbitkannya PMA setidaknya bertujuan untuk merealisasikan upaya melembagakan pengalaman akademik pesantren, merespon kelangkaan ulama, dan mengembangkan tradisi pesantren yang sudah ada.

Pemerintah di masa lalu dianggap telah melakukan blunder dengan tidak mengakui eksistensi pendidikan pesantren. Pesantren seharusnya mendapat pengakuan lebih dini, mengingat kontribusinya bagi bangsa sangat besar bahkan sejak sebelum kemerdekaan Republik Indonesia.

“Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Pontren) bahkan baru diresmikan pada tahun 2001 saat Gus Dur (Abdurrahman Wahid) menjadi Presiden RI,” ungkapnya sembari merujuk pada berdirinya Pondok Modern Gontor pada tahun 1926 atau 90 tahun silam.

Workshop yang dilaksanakan atas kerjasama Pondok Modern Tazakka, Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor cabang Pekalongan, dan Forum Pesantren Alumni (FPA) Gontor tersebut dihadiri utusan dari 74 pesantren serta tokoh nasional seperti KH Muzammil Basyuni dan Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo. Acara berlangsung dua hari, 9-10 April 2016. [FR]

 

⇒ Kunjungi dan Dapatkan Berita Seputar Masjid dengan Cepat di ⇒ GOOGLE NEWS ⇐

Share This Article
Translate »