SUARAMASJID.com| Ambon–Tanwir Muhammadiyah di Ambon, Maluku dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo Didampingi Menag Lukman Hakim dan Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. Sebagai tanda pembukaan, Presiden memukul bedug menandai dibukanya forum permusyawaratan tertinggi kedua, di bawah muktamar, bagi organisasi yang didirikan pada 1912 ini.
Mengawali sambutannya, Presiden menyampaikan rasa cintanya kepada masyarakat Maluku dan warga Muhammadiyah. Menurutnya, di bulan Februari ini datang hingga dua kali ke Ambon karena cinta Maluku dan cinta Muhammadiyah.
“Ada yang bisikin, di Muktamar kan sudah hadir, masa di Tanwir hadir juga. Saya bilang saya mau hadir, saya mau datang. Di Tanwir dan Muktamar hadir juga ga apa apa,” aku Presiden disambut tawa dan tepuk tangan hadirin, Jumat (24/02).
Tanwir Muhammadiyah yang digelar di Islamic Center Kota Ambon, Maluku ini berlangsung hingga 26 Februari. Selain pengurus wilayah dan utusan organisasi otonom, tampak hadir dalam pembukaan ini Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, Ketua MPR, Ketua DPR, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Mendikbud, Panglima TNI, Kapolri, Ketua OJK, dan ribuan warga Muhammadiyah.
Tanwir tahun ini mengangkat tema ‘Kedaulatan dan Keadilan Sosial untuk Indonesia Berkemajuan”. Sebagai salah satu organisasi tertua di Indonesia, kata Presiden, Muhammadiyah memiliki kiprah dan kontribusi yang sangat besar bagi pembangunan bangsa.
Dengan lebih dari empat ribu TK, lebih dua ribu SD/MI, ribuan SMP/MTs dan SMA/SMK, serta 1900 an perguruan tinggi, Muhammadiyah adalah sebuah kekuatan yang sangat besar. Ini masih di tambah lagi dengan 2119 rumah sakit dan fasilitas kesehatan. Ditambah lagi dengan pesantren, panti asuhan dan panti jompo.
“Saya percaya ke depan Muhammadiyah akan semakin bekerja keras untuk mewujudkan. Islam berkemajuan dan tatanan NKRI yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” harapnya.
Usai membuka Tanwir, Presiden Joko Widodo didampingi Menag Lukman Hakim Saifuddin dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir meresmikan Klinik Apung Said Tuhuleley milik Lazis Muhammadiyah.
Sebelumnya, Haedar Nashir menjelaskan bahwa klinik apung itu beroperasi untuk memberikan layanan kesehatan antar pulau di Maluku. Kapal tersebut telah berlayar dari Jakarta sampai Ambon untuk memberikan layanan klinik di kepulauan Maluku.
“Lewat kapal apung ini, kami akan mengembangkan klinik apung di kepulauan Indonesia, khususnya kawasan Indonesia timur,” tandas Haedar. [FR]
