SUARAMASJID.com| Jakarta– Pelaksanaan Rakernas MUI kali ini tepat ruang dan waktu. Dikatakan tepat ruang, karena tempat diselenggarakan Rakernas MUI tidak terlalu jauh dari Pulau Pramuka di Kepulauan Seribu, sebuah pulau kecil yang menyulutkan bara api, hingga sekarang belum juga padam.
“Adapun tepat waktu yang dimaksud, disaat hiruk pikuk adanya pihak dan kelompok tertentu yang ingin MUI dibubarkan, bahkan direformasi.” Hal itu dikatakan Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indenesia (MUI), Prof. Dr. H.M Din Syamsuddin, MA saat memberi sambutan dalam Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II MUI Masa Khidmat 2015-2020 di Hotel Mercury, Ancol, Jakarta Utara, Rabu ( 23/11/2016) malam.
Hadir dalam Pembukaan Rakernas MUI tersebut, diantaranya, Menteri Agama RI Lukman Hakim Saefuddin, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, dan Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin.
“Apa yang terjadi Pulau Pramuka, membuat kita hiruk pikuk. Kita hanya disibukkan mengemas barang-barang di sekitar kita, sementara bara api dibiarkan menyala,” kata Din saat membuka pembicaraan dalam sambutannya.
Terkait Aksi 411 beberapa waktu lalu, Din mencermati, aksi tersebut telah melibatkan kelas menengah Islam. Ini membuktikan adanya dimensi kegairahan keislaman dalam lapisan masyarakat kita.
Selama ini MUI kerap diminta untuk meredam suasana. Namun, MUI merasa aneh, jika selama ini hanya disibukkan untuk mengatasi akibat, sementara penyebabnya dibiarkan. Harusnya diatasi penyebabnya.
“Ibarat sebuah kebakaran, kita menyingkiran barang-barang yang ada di sekitar kita, tapi bara apinya tida dipadamkan. Jangan karena nila setitik rusak susu sebelanga. Jangan karena orang satu, harmoni bangsa terganggu.”
Din yang telah bertemu dengan Presiden Jokowi, Megawati dan Kapolri Tito Karnavian, menegaskan, “Jika sampai penista agama dibebaskan, bila perlu saya akan turun memimpin aksi.” [DES]
