Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia bersama koalisi masyarakat sipil menyepakati langkah strategis untuk mempercepat pemanfaatan energi surya di masjid-masjid seluruh Indonesia. Kesepakatan tersebut dibahas melalui Lokakarya Penyusunan Panduan Gerakan Solar Masjid Nasional yang berlangsung di Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Kolaborasi yang melibatkan inisiatif NUUR+ ini diharapkan mampu mendukung target pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) nasional sebesar 100 gigawatt (GW). Melalui gerakan tersebut, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga berpotensi menjadi bagian dari upaya memperluas penggunaan energi bersih di tingkat masyarakat.
Energi Bersih Berangkat dari Rumah Ibadah
Pemanfaatan panel surya di masjid menjadi salah satu pendekatan untuk memperkenalkan transisi energi bersih secara lebih dekat kepada masyarakat. Rumah ibadah dinilai memiliki peran strategis karena menjadi ruang berkumpul sekaligus pusat aktivitas sosial dan keagamaan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Urusan Agama Islam Kementerian Agama RI, Dr. H. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc., M.A., mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurutnya, gerakan solarisasi masjid mempertemukan nilai-nilai keagamaan, pengetahuan teknologi, dan partisipasi masyarakat dalam satu langkah nyata.
“Inisiatif ini luar biasa karena menggabungkan banyak sisi. Pertama, ada nilai-nilai agama melalui ekoteologi, ada pengetahuan teknologi tentang betapa potensialnya energi solar ini, serta keterlibatan lembaga filantropi yang mempertemukan dan menggerakkan partisipasi aktif masyarakat secara luas,” ujar Muchlis.
Pendekatan ekoteologi menjadi salah satu landasan penting dalam gerakan ini. Nilai-nilai agama diharapkan dapat mendorong kesadaran umat untuk menjaga lingkungan, termasuk melalui penggunaan sumber energi yang lebih ramah lingkungan.
Libatkan Ribuan Penyuluh Agama
Kementerian Agama juga menyatakan kesiapan untuk memperluas sosialisasi mengenai energi bersih dan ekoteologi hingga ke tingkat masyarakat. Salah satu jalur yang akan dimanfaatkan adalah jaringan penyuluh agama yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Saat ini, Direktorat Penerangan Agama Islam membina sekitar 24 ribu penyuluh agama Islam. Jaringan tersebut diharapkan dapat membantu menyampaikan pesan mengenai pentingnya transisi energi sekaligus mendukung program pemerintah melalui pendekatan keagamaan.
Keterlibatan penyuluh dinilai penting agar pemahaman mengenai energi terbarukan tidak hanya berkembang di lingkungan lembaga atau komunitas tertentu, tetapi juga menjangkau jemaah dan masyarakat secara lebih luas.
Solar Masjid sebagai Gerakan Kesadaran Iklim
Dewan Pembina MOSAIC (Muslims for Shared Action on Climate Impact), M. Ali Yusuf, menilai solarisasi masjid perlu dipahami secara menyeluruh. Menurutnya, gerakan yang didorong melalui NUUR+ tidak sebatas pemasangan panel surya, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif umat Islam terhadap perubahan iklim.
Dengan demikian, masjid dapat mengambil peran lebih luas dalam memperkenalkan praktik ramah lingkungan. Pemanfaatan energi surya juga berpotensi memberikan manfaat langsung melalui pengurangan beban biaya listrik rumah ibadah.
Susun Panduan dan Skema Pembiayaan
Penyusunan panduan nasional menjadi langkah penting untuk memperluas pelaksanaan program solarisasi masjid. Panduan tersebut diharapkan mencakup standarisasi teknis serta skema pembiayaan yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan masing-masing masjid.
Salah satu pendekatan yang turut didorong adalah wakaf energi. Skema ini diharapkan membuka peluang partisipasi masyarakat dan lembaga filantropi dalam mendukung pemasangan teknologi surya di rumah ibadah.
Selain menyediakan energi yang lebih bersih, masjid yang memanfaatkan panel surya juga diharapkan dapat menjadi pusat edukasi energi terbarukan bagi jemaah dan lingkungan sekitarnya.
Melalui kolaborasi Kementerian Agama, masyarakat sipil, dan berbagai pihak terkait, gerakan solarisasi masjid diharapkan berkembang secara bertahap di berbagai daerah. Upaya ini sekaligus memperkuat peran rumah ibadah dalam membangun kepedulian lingkungan dan mendukung transisi energi bersih di Indonesia.
