Oleh: Laelatul Zannah, Mahasiswa Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI
Dalam perjalanan bisnis, pasti menghadapi kendala dan kesulitan, baik yang kecil maupun kendala yang besar. Kendala tersebut biasa kita kenal sebagai risiko bisnis. Selain mendapatkan keuntungan, memiliki bisnis berarti siap untuk menerima risikonya. Bahkan, bagi suatu bisnis yang telah sukses sekalipun, bukan tidak mungkin menghadapi kendala. Risiko bisnis memang tidak bisa dipisahkan, serta menjadi kesatuan dari bagian dari suatu bisnis atau usaha.
Resiko bisnis adalah suatu akibat yang mungkin dapat terjadi pada sebuah bisnis yang sedang berlangsung maupun yang akan datang. Sifat dari risiko bisnis itu sendiri adalah tidak pasti dan sebagian besar menimbulkan kerugian.
Risiko bisnis merupakan situasi yang tidak dikehendaki oleh para pelaku bisnis, namun risiko bisnis sendiri selalu tidak bisa dihindarkan. Risiko ini biasanya muncul karena faktor pelaku bisnis itu sendiri, dan dapat muncul karena kegiatan dan keputusan yang diambil dalam kegiatan rutinitas sehari-hari.Salah satunya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Wabah virus corona atau biasa juga di sebut pandemi Covid-19 makin terasa dalam perekonomian indonesia, terutama dari sisi konsumsi, sektor keuangan, dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Pelaku usaha ini tidak dapat melakukan kegiatan usahanya sehingga terganggu kemampuan memenuhi kewajiban kredit.
Contoh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) adalah sebagai berikut:
– Bidang Kuliner
Jualan cemilan, gorengan (cireng,cilok basreng), jualan makanan, membuka rumah makan, membuka restoran kecil atau bisa juga membuka usaha kafe.
– Bidang Fashion
Toko pakaian skala kecil, distro yang menjual pakaian khusus untuk anak muda, toko batik, baju muslim dan lain sebagainya. Namun apabila anda memiliki modal yang pas-pasan tak perlu takut untuk memulai usaha fashion, karena saat ini sudah banyak supplier fashion yang menawarkan penjualan dengan sistem reseller dan dropshipping.
– Bidang Pertanian
Bisnis UMKM dalam bidang pertanian ini memiliki prospek yang cukup menjanjikan, negara kita ini memiliki tanah yang cukup subur, 70% mayoritas pekerjaan masyarakat Indonesia ialah Petani. Melihat hal yang demikian tentunya usaha apapun di bidang pertanian memiliki prospek yang cukup menjanjikan. Contoh UMKM bidang pertanian cukup banyak seperti usaha pertanian padi, jagung, sayuran, buah-buahan, tanaman hias dan lain sebagainya.
– Usaha Elektronik
Contoh UMKM di bidang elektronik, yaitu jual material elektronik, jual lampu, jual perlengkapan musik, jual perlengkapan sound system, jual alat elektronik seperti laptop, handphone, setrika, rice cooker, kabel-kabel, sentral servis alat elektronik dan lain sebagainya.
– Usaha Furniture
Contoh UMKM di bidang furniture, yaitu menjual perlengkaan dapur, lukisan-lukisan, perlengkapan ruang tamu seperti kursi, meja, lampu, material bangunan, dan lain sebagainya.
– Usaha Bidang Jasa
Contoh UMKM di bidang jasa, yaitu servis sepeda motor, servisa laptop dan handphone, servis mesin cuci, servis televisi, servis wifi, servis AC, tukang potong rambut, tukang bersih-bersih sepeda, tambal ban, salon kecantikan, fotografer, penyewaan kostum pesta, acara karnaval, baju budaya Indonesia dan lain sebagainya.
Lemahanya perekonomian akibat virus corona atau pandemi covid-19 membuat pendapatan usaha mikro kecil menengah (UMKM) anjlok karena mereka tidak dapat bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, Sedangkan kebutuhan pangan atau kebutuhan sehari-hari semakin meningkat. Skenario terburuk itu bisa terjadi jika pandemi virus corona atau pandemi Covid-19 terus berlangsung dalam jangka panjang. Dengan demikian secara otomatis akan menghantam pertumbuhan.[]
Diambil dari sumber: Jurnal by mekari
