JAKARTA-SM. Untuk mensukseskan program ‘Ayo ke Masjid’ Jaringan Pemuda Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) menemui Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid. Dalam pertemuan tersebut JPRMI menyampaikan program Gerakan Ayo ke Masjid lewat 3 pilar program.
Ketua JPRMI Otong Somantri menyebut, ada tiga pilar gerakan ‘Ayo ke Masjid’ yang akan di-launching akhir Feburari mendatang. Masjid diharapkan menjadi problem solver bagi jamaah.
“Pertama, pilar pendidikan. Ada sekolah berbasis masjid. Tahun lalu sudah berikan beasiswa intelektual muda berbasis masjid S1 penuh,” kata Otong di Jakarta, Kamis (21/1).
Pilar kedua ialah ekonomi. Ini sudah diterapkan di Boyolali dengan membentuk UKM yang potensial dibesarkan. Kegiatan ekonomi ini diharapkan menjadi bantalan bagi persoalan ekonomi ke depan. JPRMI berharap muncul wirausahawan/ti pemuda masjid.
Pilar ketiga ialah kesehatan. JPRMI menginginkan adanya pelayanan kesehatan dasar di masjid. Setidaknya, masalah kesehatan bisa diselesaikan di masjid sebelum akhirnya dilakukan lebih detail di tempat yang seharusnya.
Tak hanya itu, JPRMI juga mencanangkan pemuda masjid penggerak desa. Setidaknya ada seribu desa yang diolah dari Aceh hingga NTB. Para pemuda JPRMI juga disiapkan menjadi pengawas pengelolaan dana desa. Mereka akan membentuk semacam Otoritas Jasa Keuangan dengan memberikan pelatihan pada pemuda masjid.
“Terakhir akan launching aplikasi Android ‘Ayo ke Masjid’. Gadget sudah di tangan pemuda semua,” tambah dia. [FR]
