Keputusan Trump Soal Yerusalem Menuai Kecaman

redaksi
3 Min Read

SUARAMASJID| Washington–Keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel menuai kecaman dari berbagai belahan dunia. Keputusan yang nantinya bakal diikuti pemindahan Kedutaan Besar AS untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem itu juga langsung memicu gejolak di Palestina.

Pengakuan atas Yerusalem disampaikan Trump dalam pidato di Gedung Putih pada Rabu (6/12) siang waktu setempat atau Kamis (7/12) dini hari WIB. “Hari ini akhirnya kita mengakui hal yang sudah jelas: Yerusalem adalah ibu kota Israel. Ini semata-mata pengakuan atas sebuah kenyataan,” kata Donald Trump di Gedung Putih, kemarin.

Ia menyombongkan bahwa tindakan yang ia ambil membedakannya dengan presiden-presiden AS terdahulu. “Presiden sebelumnya telah membuat janji kampanye besar ini, tapi mereka gagal mewujudkannya. Hari ini, saya mewujudkan itu,” kata Trump.

Kongres Amerika Serikat sedianya telah mengamanatkan pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem sebagai simbol pengakuan sejak 1995. Kendati demikian, seluruh presiden AS sebelumnya selalu menunda keputusan itu dengan alasan keamanan nasional dan resolusi PBB yang mensyaratkan negosiasi Israel-Palestina terkait status Yerusalem.

Menurut Trump, keputusannya kemarin justru akan membawa Palestina dan Israel semakin dekat pada rekonsiliasi damai. Dia mengingatkan, segala upaya lain yang pernah dilakukan Pemerintah AS selama ini selalu berujung kegagalan. “Lucu bila kita menganggap pengulangan cara yang sama akan membawa pada hasil yang berbeda,” kata Trump, berargumen.

Yerusalem adalah kota yang sejak ribuan tahun lalu berpindah-pindah penguasaan. Pada awal abad ke-20, Inggris mengambil alih penguasaan wilayah itu dari Kesultanan Turki Usmani selepas Perang Dunia I.

Inggris kemudian mendukung pendirian negara Israel di wilayah tersebut pada 1948. Kendati demikian, negara-negara dunia sepakat menempatkan Yerusalem di bawah pengawasan internasional.

Israel kemudian menguasai wilayah itu selepas menang dalam perang melawan negara-negara Arab pada 1967, termasuk wilayah Yerusalem Timur yang diimpikan rakyat Palestina sebagai ibu kota masa depan mereka. Pencaplokan tersebut telah menyebabkan hancurnya puluhan ribu bangunan warga Palestina serta pengusiran ribuan warga bangsa tersebut dari Yerusalem.

Sejauh ini, sebagian besar negara di dunia tak mengakui penguasaan Israel atas kota suci agama Yahudi, Kristen, dan Islam tersebut. Dewan Eksekutif Badan Kebudayaan dan Pendidikan PBB (UNESCO) pada Mei lalu menyepakati resolusi bahwa klaim kedaulatan Israel atas Yerusalem tak berdasar.

Berbagai kecaman atas sikap Trump langsung meluncur selepas pidato kemarin. Di antara yang menyatakan ketaksepakatan adalah Perdana Menteri Inggris Theresa May, Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Indonesia Joko Widodo, dan para pimpinan negara Arab dan Timur Tengah. Paus Fransiskus, pimpinan tertinggi umat Katolik, juga meminta Yerusalem dijaga pada status quonya selama ini. [FR]

⇒ Kunjungi dan Dapatkan Berita Seputar Masjid dengan Cepat di ⇒ GOOGLE NEWS ⇐

TAGGED:
Share This Article
Translate »