FILIPINA, SM–Dr Aidh Al Qarni penulis buku Best Seller La Tahzan (Jangan Bersedih) mengalami luka-luka cedera lengan setelah diserang kelompok bersenjata di Filipina pada Selasa (1/3) seperti yang diunggah channel Al Arabiya News.
Seorang pejabat Filipina mengatakan, “Kondisinya masih baik,” dan masih menjalani proses pengobatan di rumah sakit setempat.
Al Qarni hendak meninggalkan Western Mindanao State University setelah menyampaikan ceramah ketika ditembak oleh pria bersenjata tak dikenal saat ia hendak memasuki kendaraannya.
Juru bicara polisi Senior Inspektur Helen Limen Galvez mengatakan pasukan keamanan telah menembak pelaku yang juga bersenjata. “Kami ditembaki pria bersenjata itu,” kata Galvez.
Galvez mengatakan pria bersenjata itu tampaknya warga Zamboanga Filipina. Pelaku ditangkap setelah sejumlah saksi mata mengatakan mereka penyerangnya.
Tapi Galvez tidak segera mengidentifikasi pria bersenjata itu.
“Kami masih tidak tahu dari kelompok mana mereka atau apa motif pria bersenjata itu,” katanya.
Laporan polisi setempat mengatakan bahwa Al Qarni ditembak di bahu kanan, lengan kiri dan dada.
Pernyataan kedutaan Saudi mengatakan tidak ada sahabat Al Qarni yang meninggal. Laporan awal memberitakan sejumlah ajudannya tewas dalam serangan itu, tetapi kemudian saluran lokal Emedia berbasis di Zamboanga mengatakan hanya dua terluka.
Kedutaan juga mengumumkan bahwa mereka sedang menjadwalkan pesawat ke Filipina untuk mentransfer Al Qarni menuju Manilla.
Beberapa saat sebelum kejadian, tweet di akun resmi Al Qarni bertulis: “Jangan tanya siapa pun tentang tingkat imannya, tapi tanyakan pada diri sendiri ketika doa, berzikir kepada Allah, dekat dengan Al-Quran, menjaga lidah Anda dan tenangkan hatimu.” [FR]
