SUARAMASJID.com| Lamongan–Masjid yang satu ini memang beda dibanding masjid lainnya. Masjid Namira menghadirkan nuansa dua kota suci Makkah dan Madinah di jalan Raya Tikung Desa Jotosanur Kecamatan Tikung menjadi objek yang semakin diminati pengunjung atau jamaah.
Bahkan selama sepeken setelah lebaran Idul Fitri 1438 H, masjid ini banyak menjadi ‘lokasi wisata’ sekaligus menjadi tempat menjalankan salat wajib bagi masyarakat yang mudik. Saat arus balik juga banyak jamaah yang menyempatkan diri untuk singgah di masjid ini.
Jika digambarkan, jamaah yang mampir ke masjid ini, sepertinya jamaah umrah atau haji saat di Masjidil Haram di Makkah atau Masjid Nabawi di Madinah.
Anak – anak dan orang tua, termasuk para remaja tak menyia – nyiakan kesempatan untuk mengabadikan diri di masjid Namira.
Setelah menikmati suasana tempat wudlu yang mengimitasi dengan tempat wudlu dua masjid di dua kota suci, termasuk kamar mandi dan kamar kecil. Para pengunjung melaksanakan salat, dan setelahnya mereka selfie.
Dari berbagai sudut masjid menjadi objek backgraund untuk selfie. Namun yang paling disukai adalah mengambil latar belakang mihrab (pengimaman, red) yang di dindingnya terdapat kain kiswah dari petak selambu pintu Ka’bah. [FR]
