SUARA MASJID | Pulau Kalimantung, salah satu destinasi wisata terbaru di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Terletak di sisi barat Pulau Sumatera, tepatnya berdekatan dengan Pulau Mursala, pulau ini menawarkan pesona alam yang memukau dan pengalaman liburan yang tak terlupakan.
Perjalanan menuju Pulau Kalimantung memerlukan waktu tempuh sekitar 1,5 hingga 2 jam dengan speed boat dari Pandan, Tapanuli Tengah.
Biaya perjalanan sekitar Rp 2,2 juta untuk kapasitas 10 penumpang. Meski perjalanan ini cukup lama, keindahan gugusan pulau yang menghiasi rute laut akan membuat waktu terasa singkat.
Pemandangan yang menakjubkan sepanjang perjalanan memberikan kesempatan berfoto yang tak boleh dilewatkan.
Daya Tarik Pulau Kalimantung
Pulau Kalimantung memiliki pantai berpasir putih yang indah dan air laut yang jernih. Pinggir pantainya yang dangkal dan dihiasi warna hijau menambah keindahan pulau yang tidak berpenghuni ini.
Banyak wisatawan menghabiskan waktu untuk berfoto dan menyelam (diving) untuk melihat aneka ikan kecil serta terumbu karang yang mempesona.
Pantai Kalimantung sangat cocok untuk liburan keluarga. Pasir putihnya yang bersih dan air dangkal menjadikannya tempat yang aman bagi anak-anak untuk bermain pasir dan mengenal pantai.
Pulau ini juga menawarkan pengalaman snorkeling yang menakjubkan, memperlihatkan kehidupan laut yang kaya dan berwarna-warni.
Berdasarkan akun Instagram resmi Pulau Kalimantung, tarif perjalanan menuju pulau ini dimulai dari Rp 350 ribu per orang untuk pemberangkatan dari Kota Sibolga, dan Rp 670 ribu per orang dari Kota Medan.
Pulau Kalimantung terbuka untuk pengunjung setiap hari selama 24 jam. Bagi pelancong dari Kota Medan, perjalanan memerlukan sekitar delapan jam ke Kota Sibolga. Dari Sibolga, penyeberangan laut menuju Pulau Kalimantung dilakukan dari Pantai Pandan.
Pesona Asri Alami dan Kehidupan di Pulau
Menurut Profil Potensi Pulau-Pulau Kecil Untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat di Kabupaten Tapanuli Tengah (2020), Pulau Kalimantung memiliki bentuk yang datar dan sebagian terdiri dari tebing yang ditumbuhi rumput, pandan, kelapa, bakau, dan waru.
Pasir pantainya yang putih memberikan kesan seperti bedak tabur wanita, terutama saat surut.
Saat surut, Pulau Kalimantung dan Labu-Labu Gadang akan menyatu oleh hamparan pasir putih, menciptakan pemandangan yang menakjubkan.
Pulau Kalimantung, dengan keindahan pantainya yang masih alami dan belum banyak terjamah, merupakan destinasi wisata yang menjanjikan pengalaman liburan yang berbeda. Meskipun perjalanan menuju pulau ini memerlukan usaha, keindahan alam yang ditawarkan sepadan dengan waktu dan biaya yang dikeluarkan.[]
