Wisata Halal Jejak Rasul bersama Adinda, Sejarah Islam di Mesir, Palestina, dan Jordan

redaksi
9 Min Read

Suara Masjid |  Perjalanan wisata bagi umat Islam tidak selalu harus berorientasi pada keindahan alam atau destinasi populer. Wisata dapat menjadi sarana untuk mengenal sejarah, memahami perkembangan peradaban, sekaligus mengambil pelajaran dari perjalanan para nabi, sahabat, dan tokoh-tokoh Islam.

Konsep inilah yang dihadirkan melalui program Wisata Halal Jejak-Jejak Rasul 3 Negara yang diselenggarakan Adinda Azzahra Tour & Travel. Program tersebut mengajak peserta melakukan perjalanan selama 10 hari dengan rute Mesir, Palestina, dan Jordan.

Dalam rangkaian perjalanan ini, jamaah diajak mengunjungi berbagai situs bersejarah, masjid, kawasan peradaban Islam, serta sejumlah lokasi yang dalam tradisi keislaman dikaitkan dengan para nabi dan sahabat. Beberapa destinasi yang menjadi bagian perjalanan antara lain Piramida dan Sphinx di Mesir, Masjid Al-Azhar, kompleks Masjid Al-Aqsa di Jerusalem, Hebron, Petra, hingga Gua Ashabul Kahfi di Jordan.

Wisata Halal Bukan Sekadar Perjalanan

Wisata halal pada dasarnya dapat dipahami sebagai perjalanan yang memperhatikan kebutuhan wisatawan Muslim, mulai dari makanan halal, kemudahan menjalankan ibadah, hingga suasana perjalanan yang mendukung nilai-nilai keislaman.

Dalam konteks program Jejak-Jejak Rasul, perjalanan tidak hanya diarahkan untuk menikmati objek wisata. Peserta juga mendapatkan kesempatan mengenal sejarah dan kebudayaan dari tiga kawasan yang memiliki posisi penting dalam perjalanan peradaban manusia dan sejarah Islam.

Rute perjalanan dimulai dari Jakarta menuju Kairo melalui Dubai. Dari Mesir, rombongan melanjutkan perjalanan menuju St. Catherine dan Taba, kemudian memasuki kawasan Jerusalem dan Hebron sebelum menuju Jordan. Perjalanan ditutup dengan kunjungan ke Amman, Petra, dan sejumlah lokasi lainnya sebelum kembali ke Indonesia.

Pendekatan semacam ini membuat wisata dapat menjadi sarana pembelajaran. Jamaah tidak hanya melihat sebuah bangunan atau lokasi bersejarah, tetapi juga dapat menggali konteks sejarah dan nilai yang terkandung di baliknya.

Menelusuri Sejarah Islam di Mesir

Mesir menjadi salah satu bagian utama perjalanan. Negara ini memiliki warisan peradaban yang panjang sekaligus sejarah penting dalam perkembangan Islam.

Di Kairo, peserta dijadwalkan mengunjungi National Museum of Egyptian Civilization (NMEC). Museum tersebut menjadi ruang untuk mengenal perjalanan peradaban Mesir melalui berbagai koleksi arkeologi dan sejarah.

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Masjid Amr bin Ash dan Maqam Imam Syafi’i. Masjid Amr bin Ash merupakan salah satu masjid bersejarah di Mesir, sedangkan Maqam Imam Syafi’i menjadi salah satu lokasi yang banyak diziarahi umat Islam.

Pada hari berikutnya, peserta mengunjungi Piramida dan Sphinx di Giza. Dua situs tersebut memberikan gambaran mengenai kemampuan masyarakat Mesir kuno dalam bidang arsitektur dan pembangunan.

Rangkaian perjalanan juga mencakup Masjid Al-Azhar, Masjid Hussein, dan Khan El Khalili Bazaar. Al-Azhar memiliki sejarah panjang sebagai pusat keilmuan Islam, sementara Khan El Khalili memperlihatkan kehidupan perdagangan dan budaya masyarakat Kairo.

Sebagai bagian dari pengalaman wisata, jamaah juga dijadwalkan mengikuti Nile Cruise with Dinner, yakni pelayaran di Sungai Nil sambil menikmati makan malam.

Dari Jejak Nabi Musa hingga Masjid Al-Aqsa

Perjalanan kemudian bergerak menuju St. Catherine dan Taba. Rute tersebut melewati kawasan Terusan Suez dan Uyun Musa.

Uyun Musa dalam tradisi keagamaan dikenal sebagai salah satu lokasi yang dikaitkan dengan perjalanan Nabi Musa AS. Di St. Catherine, itinerary juga mencantumkan kunjungan ke sejumlah lokasi yang dikaitkan dengan Nabi Harun AS dan Nabi Saleh AS.

Dari Taba, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Jericho dan Jerusalem.

Bagian perjalanan di Jerusalem memiliki dimensi spiritual yang kuat. Peserta dijadwalkan melaksanakan salat Subuh di Masjid Al-Aqsa, kemudian mengunjungi kompleks Al-Aqsa yang mencakup Masjid Al-Aqsa, Dome of the Rock, dan Musala Marwani.

Masjid Al-Aqsa memiliki kedudukan penting dalam sejarah Islam. Masjid ini merupakan salah satu dari tiga masjid yang memiliki keutamaan khusus dalam ajaran Islam dan menjadi bagian dari perjalanan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW.

Selain Al-Aqsa, perjalanan mencakup kawasan Bukit Zaitun, sejumlah makam yang tercantum dalam itinerary, serta perjalanan menuju Hebron.

Di Hebron, peserta dijadwalkan mengunjungi sejumlah lokasi yang dikaitkan dengan Nabi Ibrahim AS, Nabi Ishak AS, Siti Sarah, Siti Ribka, dan Nabi Yunus AS.

Bagi wisatawan Muslim, kunjungan tersebut dapat menjadi kesempatan untuk menghubungkan pembelajaran sejarah dengan nilai-nilai keimanan. Namun, berbagai atribusi sejarah mengenai makam dan lokasi tertentu sebaiknya dipahami sesuai keterangan sumber sejarah dan penjelasan pemandu, karena tidak semua tradisi lokasi memiliki tingkat kepastian sejarah yang sama.

Menyaksikan Warisan Peradaban di Jordan

Setelah meninggalkan Jerusalem, perjalanan dilanjutkan menuju Jordan melalui Allenby Bridge.

Salah satu destinasi yang menjadi daya tarik utama adalah Petra, situs arkeologi yang terkenal dengan bangunan-bangunan yang dipahat pada dinding batu. Petra merupakan warisan peradaban Nabatea dan menjadi salah satu situs sejarah paling dikenal di Jordan.

Bagi jamaah, kunjungan ke Petra memberikan perspektif berbeda tentang perjalanan peradaban di kawasan Timur Tengah. Jika Mesir memperlihatkan peninggalan peradaban kuno melalui piramida dan museum, Petra menghadirkan jejak masyarakat Nabatea melalui arsitektur yang menyatu dengan lanskap batu.

Rangkaian perjalanan di Jordan juga mencakup kawasan Laut Mati, Safawi, serta Gua Ashabul Kahfi.

Kisah Ashabul Kahfi memiliki tempat khusus dalam Al-Qur’an melalui Surah Al-Kahfi. Kisah tersebut menceritakan sekelompok pemuda yang mempertahankan keimanan dan berlindung di dalam gua.

Karena itu, kunjungan ke lokasi yang dikaitkan dengan Ashabul Kahfi tidak hanya dapat dipandang sebagai wisata sejarah, tetapi juga momentum untuk mengingat kembali pesan tentang keteguhan iman dan kesabaran.

Persiapan Penting Sebelum Mengikuti Wisata Halal

Perjalanan lintas tiga negara tentu membutuhkan persiapan lebih matang dibandingkan wisata domestik.

Calon peserta perlu memastikan paspor, dokumen perjalanan, visa, ketentuan imigrasi, serta persyaratan masuk setiap wilayah telah dipenuhi. Hal ini semakin penting karena itinerary mencakup perjalanan lintas perbatasan.

Kondisi fisik juga perlu diperhatikan. Perjalanan selama 10 hari dengan perpindahan antarkota dan kunjungan ke berbagai situs sejarah membutuhkan stamina yang cukup. Beberapa destinasi juga memerlukan aktivitas berjalan kaki.

Perlengkapan seperti pakaian yang nyaman, alas kaki yang sesuai, obat-obatan pribadi, perlengkapan ibadah, dan kebutuhan pribadi lainnya sebaiknya dipersiapkan sejak awal.

Yang tidak kalah penting, calon peserta perlu memperoleh informasi terbaru mengenai kondisi keamanan, akses perbatasan, perubahan itinerary, dan ketentuan perjalanan. Kondisi lapangan di kawasan Timur Tengah dapat berubah sehingga jadwal dan rute perjalanan dapat mengalami penyesuaian.

Fasilitas dan Informasi Paket

Dalam materi program yang dipublikasikan Adinda Azzahra Tour & Travel, paket Jejak-Jejak Rasul mencantumkan sejumlah fasilitas, antara lain tiket pesawat pulang-pergi kelas ekonomi beserta bagasi, akomodasi hotel bintang 4/5 sesuai program, bus privat, makan tiga kali sehari dengan menu halal atau ramah Muslim, pendampingan tour leader, kunjungan sesuai itinerary, serta bonus Nile Cruise with Dinner.

Program tersebut dijadwalkan berangkat pada 26 November 2026 dengan harga mulai USD 2.535 per orang untuk sekamar berempat, berdasarkan informasi yang tercantum pada materi publikasi.

Namun, calon peserta sebaiknya tidak hanya melihat harga paket. Hal yang perlu ditanyakan secara rinci antara lain komponen biaya yang sudah termasuk, biaya tambahan, visa, ketentuan bagasi, pilihan hotel, maskapai, perlindungan perjalanan, serta kebijakan apabila terjadi perubahan jadwal atau rute.

Menjadikan Perjalanan sebagai Sarana Belajar

Wisata halal dapat memiliki nilai lebih ketika perjalanan tidak berhenti pada aktivitas melihat tempat baru. Setiap destinasi dapat menjadi pintu masuk untuk memahami sejarah, budaya, agama, dan perkembangan masyarakat.

Perjalanan ke Mesir, misalnya, dapat digunakan untuk mempelajari peradaban kuno dan sejarah perkembangan Islam. Jerusalem menghadirkan pembelajaran mengenai posisi penting Masjid Al-Aqsa dalam sejarah Islam. Sementara Jordan memperlihatkan warisan peradaban Nabatea dan berbagai situs yang berkaitan dengan tradisi keagamaan.

Dengan pendekatan tersebut, perjalanan menjadi lebih dari sekadar berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Ia dapat menjadi pengalaman belajar yang mempertemukan sejarah, budaya, spiritualitas, dan refleksi keislaman.

Program Jejak-Jejak Rasul 3 Negara dari Adinda Azzahra Tour & Travel dijadwalkan berlangsung selama 10 hari dengan rute Mesir, Palestina, dan Jordan. Bagi calon peserta, informasi terbaru mengenai jadwal, fasilitas, dokumen, harga, kondisi perbatasan, serta keamanan destinasi perlu dikonfirmasi langsung kepada penyelenggara sebelum melakukan pendaftaran.

⇒ Kunjungi dan Dapatkan Berita Seputar Masjid dengan Cepat di ⇒ GOOGLE NEWS ⇐

Share This Article
Translate »